Pandangan Ulama Dayah Tradisional di Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat terhadap Pembagian Harta Warisan Satu Banding Satu Antara Laki-laki dan Perempuan

Sri Faula Devi, 150101088 (2020) Pandangan Ulama Dayah Tradisional di Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat terhadap Pembagian Harta Warisan Satu Banding Satu Antara Laki-laki dan Perempuan. Skripsi thesis, UIN AR-RANIRY.

[img]
Preview
Text (Pandangan Ulama Dayah Tradisional di Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat terhadap Pembagian Harta Warisan Satu Banding Satu Antara Laki-laki dan Perempuan)
Sri Faula Devi, 150101088, FSH, HK, 082275907256.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Kewarisan merupakan pemindahan atau pendistribusian harta dari satu pihak ke pihak lain yang menjadi ahli waris. Sebagai salah satu hukum yang melekat pada manusia, kewarisan memiliki aturan hukum tentang pembagian harta warisan dengan prinsip keadilan. Dalam Islam, pembagian dilakukan dengan memberikan bagian laki-laki dua kali bagian perempuan. Pembagian harta warisan yang seharusnya laki-laki mendapatkan dua kali bagian perempuan dalam Islam, akan tetapi di Kecamatan Kaway XVI pembagian harta warisan antara laki-laki dan perempuan diberikan satu banding satu. Oleh karenanya, penulis tertarik untuk meneliti tentang bagaimana pandangan ulama dayah tradisional terhadap pembagian harta warisan satu banding satu antara laki-laki dan perempuan, apa faktor penyebab ulama dayah membagikan harta warisan satu banding satu antara laki-laki dan perempuan, bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap permasalahan tersebut. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dan penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat dua pandangan ulama dayah tradisional terhadap pembagian harta warisan satu banding satu antara laki-laki dan perempuan di Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat, pertama karena perspektif hukum adat yang memberikan solusi pembagian harta warisan secara merata karena terkadang masyarakat saling bersengketa karena harta warisan yang dibagi tidak sama rata. Kedua, perspektif hukum Islam yang bertentangan karena bagian laki-laki dua kali bagian perempuan. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan ulama dayah tradisional membagi harta warisan satu banding satu antara ahli waris laki-laki dan perempuan adalah karena demi tujuan kemashlahatan antara ahli waris guna menghindari sengketa antar ahli waris. Oleh karenanya, pembagian harta warisan dilakukan secara satu banding satu. Adapun tinjauan hukum Islam terhadap pembagian harta warisan tersebut tidaklah sesuai karena dalam Islam, pembagian harta warisan diberikan dua kali bagian perempuan kepada laki-laki.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : Dr. H. Nasaiy Aziz, MA Pembimbing II : Hajarul Akbar, M. Ag
Uncontrolled Keywords: Ulama Tradisional, Harta Warisan Satu banding Satu
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.4 Hukum Waris (Faraid) dan Wasiat > 2X4.43 Pembagian Harta Warisan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Keluarga
Depositing User: Sri Faula Devi
Date Deposited: 01 Oct 2020 01:45
Last Modified: 01 Oct 2020 01:45
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/14291

Actions (login required)

View Item View Item
TOP