Proses Penyelesaian Konflik Antar Gampong Melalui Pendekatan Local Wisdom (Kerarifan Lokal) Studi Kasus Di Belukur Makmur Dan Lae Mate Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam

Desmiyati, 160404039 (2020) Proses Penyelesaian Konflik Antar Gampong Melalui Pendekatan Local Wisdom (Kerarifan Lokal) Studi Kasus Di Belukur Makmur Dan Lae Mate Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam. Skripsi thesis, UIN AR-RANIRY.

[img]
Preview
Text (Proses Penyelesaian Konflik Antar Gampong Melalui Pendekatan Local Wisdom ( Kerarifan Lokal ) Studi Kasus Di Belukur Makmur Dan Lae Mate Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam)
Desmiyati, 160404039, FDK, PMI, 085763693661.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul Proses Penyelesaian Konflik Antar Gampong Melalui Pendekatan Local Wisdom (Kearifan Lokal) (studi kasus di Belukur Makmur dan Lae Mate Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam). Di subulussalam ada 25 Gampong, ada dua Gampong yang berkonflik yakni Gampong Belukur Makmur dan Lae Mate, yang mana kedua Gampong ini sering bersilisih paham yang mengakibatkan konflik antar Gampong, dan biasanya konflik ini terjadi hampir setiap tahun dan saat moment penting lain seperti hajatan seperti sunatan dan pernikahan yang mengundang keyboard sebagai Hiburan pada malam hari dan pada moment pertandingan bola antar Gampong yang dilaksanakan pada waktu perayaan hari raya idul fitri. Maka dari itu harus kedua Gampong yang berkonflik harus didamaikan, oleh karna itu perlu juru damai, untuk mendamaikan konflik yang sudah sering terjadi ini. Maka dari itu pennyelesaian konflik ini melalalui pendekatan kearifan lokal kedua Gampong. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah yang menjadi akar masalah konflik antar Gampong Belukur Makmur dan Lae Mate, bagaimana proses penyelesai yang ditempuh Keuchik dan apatur Gampong dalam mendamaikan konflik antar Gampong berdasarkan kearifan lokal yang ada, apakah ada perlibatan pihak lain dalam menyelesaikan konflik antar Gampong, dan apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam menyelesaikan konflik antar Gampong. Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penyusunan skripsi ini penulis menggunakan metode kualitatif di mana peneliti menggunakan cara dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi yang di lapangan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa faktor penyebab konflik antar Gampong ini merupakan masalah antar pemuda, kecemburuan sosial, kurangnya rasa sosial dan kurangnya komunikasi antar masyarakat Gampong, adapun penyelesaian konflik melibatkan ialah Keuchik kedua Gampong. aparatur kedua Gampong, Polsek Rundeng, Koramil Rundeng dan Camat Rundeng, Polsek Aceh Singkil, dan KNPI Subulussalam. Ikut mendamaikan konflik antar Gampong. Upaya penyelesaian konflik antar Gampong ialah dengan musyawarah dan mediasi, Pembuatan surat perjanjian damai Gampong, adat Menepung Tawar (Peusijuk ), adat Belo Pepinangan dan Meminta Maaf dilakukan kedua Gampong untuk mendamaikan konflik antar Gampong. Faktor pendukung dalam menyelesaikan konflik adalah semua masyarakat setuju dengan perdamain konflik antar Gampong, dan penghambat menyelesaikan konflik kurangnya komunikasi antara masyarakat dengan Keuchik dan aparatur Gampong dan semua aparatur Gampong kedua Gampong dan tidak adanya pelibatan perempuan dalam proses penyelesain konflik antar Gampong.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Proses Penyelesaian, Konflik Antar Gampong, Lokal Wisdom (Kearifan Lokal
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 303 Proses sosial > 303.6 Konflik dan pemecahan konflik
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > S1 Pengembangan Masyarakat Islam
Depositing User: Desmiyati Desmiyati
Date Deposited: 09 Oct 2020 03:27
Last Modified: 09 Oct 2020 03:27
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/14486

Actions (login required)

View Item View Item
TOP