‘Iddah Bagi Wanita Istiḥāḍḥāḥ(Studi Perbandingan Pendapat Imam Malik dan Imam Syafi’i)

Nurul Aidah Binti Limat, 140103043 (2017) ‘Iddah Bagi Wanita Istiḥāḍḥāḥ(Studi Perbandingan Pendapat Imam Malik dan Imam Syafi’i). Skripsi thesis, UIN Ar-raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Nama : Nurul Aidah Binti Limat
Nim : 140103043
Fakultas/Prodi : Syari’ah dan Hukum / SPM
Judul Skripsi : ‘IDDAH BAGI WANITA ISTIḤĀḌḤĀḤ
'Iddah menurut bahasa diambil dari kata ‘adad, mengingat, ‘iddah umumnya mencakup bilangan suci atau bulan. Secara syara’, ‘iddah berarti masa penantian wanita untuk mengetahui rahimnya negatif, atau untuk beribadah, atau untuk merisaukan suaminya. Namun demikian, terdapat bermacam-macam jenis ‘iddah yang telah digolongkan, pertama adalah ‘iddah wanita yang ditalak yang masih haid. Kedua adalah ‘iddah wanita ditalak yang tidak haid lagi karena usianya telah lanjut atau karena masih kecil. Ketiga adalah ‘iddah wanita hamil yang ditalak yaitu melahirkan bayinya, ini berlaku bagi wanita merdeka dan budak. Keempat adalah ‘iddah wanita yang haid kemudian terhenti karena sebab yang bisa diketahui, atau karena sebab yang tidak bisa diketahui. Kelima adalah ‘iddah wanita yang ditinggal mati suaminya yaitu empat bulan sepuluh hari bagi wanita merdeka dan dua bulan lima hari bagi budak wanita. Keenam adalah ‘iddah wanita mustaḥaḍaḥ, yaitu wanita yang darahnya keluar terus. Ketujuh adalah ‘iddah wanita yang ditinggal pergi suaminya dan tidak diketahui nasibnya; apakah masih hidup, atau telah meninggal dunia. Disamping itu, penulisan ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research) dan metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode komparatif. Adapun sumber data primier yang digunakan adalah kitab al-Muwāthā’ karangan Imam Malik dan kitab Tuhfātul Muhtāj karangan Ibnu Hajar al-Haitami syarah kitab Minhaj an-Nawawi, sumber skunder yang digunakan pula adalah Kitab Biḍāyātūl Mūjtāḥiḍ karangan Ibnu Rusyd dan kitab Fikiḥ Sunnāḥ karangan Sayyid Sabiq sedangkan yang menjadi sumber tertier adalah diperoleh dari berbagai literatur, kamus, karya tulis, buku, jurnal dan beberapa sumber lainnya. Kesimpulannya, perbedaan pendapat yang terjadi antara Imam Malik dan Imam Syafi’i mengenai ‘iddah bagi wanita istiḥāḍḥāḥ, disebabkan karena perbedaan dalam tataran kaidah yang dijadikan istinbath hukum, dan juga berbeda dalam penetapan sebuah ‘illat. Yang pada akhirnya menghasilkan sebuah kesimpulan yang berbeda.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1.Dr. Agustin Hanapi, MA 2.Arifin Abdullah, SHI, MH
Uncontrolled Keywords: Iddah, Wanita, Istiḥāḍḥāḥ
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.3 Hukum Perkawinan (Munakahat) > 2X4.33 Perceraian
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Perbandingan Mazhab
Depositing User: Unnamed user with email nurulaidahlimat0411@gmail.com
Date Deposited: 30 Oct 2017 08:25
Last Modified: 20 Mar 2018 08:55
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/1450

Actions (login required)

View Item View Item
TOP