Konsep Sabar Menurut Imam Al-Ghazali Ditinjau dari Perspektif Konseling Islam

Yulia Agustin, 160402054 (2020) Konsep Sabar Menurut Imam Al-Ghazali Ditinjau dari Perspektif Konseling Islam. Skripsi thesis, UIN AR-RANIRY.

[img]
Preview
Text (Konsep Sabar Menurut Imam Al-Ghazali Ditinjau dari Perspektif Konseling Islam)
Yulia Agustin, 160402054, FDK, BKI, 085359894015 - Copy.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Sabar ialah menahan diri atau membatasi jiwa dari segala hawa nafsu sehingga terwujudnya sesuatu yang baik. Namun terdapat permasalahan di zaman ini, ketika Allah berikan musibah individu sering mengeluh, putus asa dan kecewa, untuk menanamkan sifat sabar pada diri individu tentunya individu membutuhkan bimbingan agar ia dapat bersabar ketika Allah berikan ujian. Konsep sabar menurut Imam Al-Ghazali dipandang perlu dikaji, diteliti dan dianalisis di dalam konseling islam karena ada keterkaitan yang erat antara konsep sabar imam Al-Ghazali dengan konseling islam. Maka fokus masalah penelitian ini dirumuskan dalam bentuk pertanyaan: 1) bagaimana konsep sabar menurut Imam Al-Ghazali, 2) bagaimana konsep sabar menurut Imam Al-Ghazali ditinjau dari perspektif konseling islam. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui konsep sabar menurut Imam Al-Ghazali, untuk mengetahui sabar menurut Imam Al-Ghazali jika ditinjau dari perspektif konseling islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), adapun teknik analisis data yang digunakan ialah: data reduction, data display, conclusion drawing/verification. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sabar menurut imam Al-Ghazali ialah kuatnya dorongan agama seseorang dalam melawan dan menentang nafsu syahwatnya, apabila manusia mampu melawan dan menentang nafsu syahwatnnya maka ia dapat dikatakan sebagai orang yang sabar namun jika ia dikuasi oleh nafsu syahwat dan tidak mampu melawannya maka ia tergolong dalam pengikut setan. Sabar menurut Imam Al-Ghazali dan Konseling Islam sangat berkaitan karena di dalam proses konseling harus adanya kesabaran pada diri konselor dan klien, konselor harus sabar terhadap kliennya dengan cara mendekatkan diri kepada Allah agar konselor dapat menahan segala amarah yang dapat memberikan dampak negatif terhadap proses konseling. Adapun pada klien, klien harus sabar ketika Allah berikan ujian kepadanya, klien harus mendekatkan dirinya kepada Allah supaya bertambahnya keimanan di dalam dirinya sehingga timbulnya kesabaran di dalam diri klien tersebut. Sabar menurut Imam Al-Ghazali ini juga dapat diterapkan di dalam konseling islam dengan 3 cara, yakni: 1) dzikir, membaca Al-Qur’an, dan melakukan amal perbuatan, 2) mengetahui balasan dari sabar, 3) Membiasakan diri menjadi pribadi yang sabar.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Konsep, Sabar, Imam Al-Ghazali, Konseling Islam.
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X7 Filsafat dan Perkembangan > 2X7.4 Pemurnian dan Pembaharuan Pemikiran
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > S1 Bimbingan dan Konseling Islam
Depositing User: Yulia Agustin
Date Deposited: 09 Oct 2020 04:02
Last Modified: 09 Oct 2020 04:02
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/14503

Actions (login required)

View Item View Item
TOP