Kemanfaatan Hukum dalam Pencatatan Kematian (Akta) (Studi Kasus pada Mahkamah Syar’iyah dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banda Aceh)

Zulfikar, 160106014 (2020) Kemanfaatan Hukum dalam Pencatatan Kematian (Akta) (Studi Kasus pada Mahkamah Syar’iyah dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banda Aceh). Skripsi thesis, UIN AR-RANIRY.

[img]
Preview
Text (Kemanfaatan Hukum dalam Pencatatan Kematian (Akta) (Studi Kasus pada Mahkamah Syar’iyah dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banda Aceh))
Zulfikar, 160106014, FSH, IH, 082289288032.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (8MB) | Preview

Abstract

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 Jo. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan sebagai dasar pencatatan peristiwa-peristiwa penting termasuk peristiwa kematian mengamanatkan bahwa perlunya melakukakan pencatatan atau pendaftaran kematian. Pencatatan Kematian kedalam bentuk akta merupakan wujud untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum atas status keperdataan seseorang. Pertanyaan penelitian dalam skripsi ini adalah bagaimanakah kemanfaatan hukum pencatatan kematian (akta) bagi masyarakat kota Banda Aceh dan bagaimanakah tinjauan hukum islam terhadap pencatatan kematian (akta) pada penetapan mahkamah syar’iyah kota Banda Aceh. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian Socio legal method beserta dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Akta kematian pada Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh merupakan suatu alat bukti yang kuat dan sempurna, dengan adanya akta kematian tidak perlu mendatangkan saksi untuk membuktikan kematian seseorang, dalam hal ini, sehingga dengan adanya akta kematian memudahkan seseorang dalam berperkara. Disamping itu, adanya akta kematian juga mempermudah kepentingan terkait bagi ahli waris yang ditinggalkan untuk berbagai macam keperluan. Pencatatan kematian ditinjau dari sudut pandang hukum Islam adalah merupakan suatu hasil dari salah satu metode ijtihad yaitu maslahah mursalah. Dalam kaitan dengan Penetapan Pengadilan Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh dengan Nomor 0239/Pdt.P/2016/MS.Bna bahwa penetapan tersebut memuat pembuktian dengan menggunakan akta kematian terhadap kebenaran meninggalnya seseorang. Dengan demikian, mendatangkan kemaslahatan (kemudahan) atau kemanfaatan yang besar bila dikerjakan dan dapat menghindari kemudharatan atau hal-hal yang berdampak buruk kalau sudah dicatatkan. Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa pencatatan kematian (akta) mendatangkan kemanfataan hukum yang sangat banyak dalam berbagai kepentingan terkait. Juga memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum atas identitas seseorang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : Muhammad Siddiq, M.H., Ph.D, Pembimbing II : Syarifah Rahmatillah, S.Hi., M.H
Uncontrolled Keywords: Kemanfaatan Hukum, Pencatatan (Akta), Kematian
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.6 Hukum Peradilan (Qada`) > 2X4.63 Kesaksian dan Barang Bukti
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Ilmu Hukum
Depositing User: Zulfikar Zulfikar
Date Deposited: 13 Oct 2020 03:53
Last Modified: 13 Oct 2020 03:53
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/14515

Actions (login required)

View Item View Item
TOP