Praktik Sewa Menyewa Pohon Kelapa Sawit Menurut Tinjauan Fiqh Muammalah (Studi Kasus di Kecamatan Kluet Selatan Aceh Selatan)

Hamdani, 121309991 (2019) Praktik Sewa Menyewa Pohon Kelapa Sawit Menurut Tinjauan Fiqh Muammalah (Studi Kasus di Kecamatan Kluet Selatan Aceh Selatan). Skripsi thesis, UIN AR-RANIRY.

[img]
Preview
Text (Praktik Sewa Menyewa Pohon Kelapa Sawit Menurut Tinjauan Fiqh Muammalah (Studi Kasus di Kecamatan Kluet Selatan Aceh Selatan))
Hamdani, 121309991, FSH, HES, 085296989866.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Sewa-menyewa merupakan salah satu bentuk kegiatan muammalah yang sering dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kebutuhan tersebut dapat berupa manfaat barang atau jasa yang tidak dimilikinya, seperti menyewa pohon kelapa sawit. Masyarakat kecamatan Kluet Selatan kabupaten Aceh Selatan memanfaatkan lahan perkebunan kelapa sawit sebagai ladang mencari rezeki untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui praktek sewa-menyewa pohon kelapa sawit di kecamatan kluet selatan. Dan mengetahui bagaimana tinjauan fiqh muamamah terhadap praktik sewa-menyewa pohon kelapa sawit di kecamatan kluet selatan Aceh selatan. Penelitian ini merupakan field research atau penelitian lapangan, yaitu penelitian dengan data yang diperoleh dari kegitan lapangan. Teknik pengumpulan data peneltian ini adalah berupa studi lapangan dan studi kepustakaan. Studi lapangan yang meliputi wawancara secara langsung bersama para pihak penyewa pohon dan pemilik pohon dengan pertanyaan-pertanyaan wawancara. Studi kepustakaan dilakukan dengan cara mengkaji buku-buku, artikel, ataupun dengan menjelajahi situs-situs di intenet yang berat kaitannya dengan penelitian ini untuk mengatasi masalah-masalah tertentu dalam tinjauan terhadap praktik sewa pohon kelapa sawit di Kluet Selatan Aceh Selatan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa praktik sewa-menyewa pohon kelapa sawit di kecamatan kluet selatan jika ditinjau dari segi subjek dan sighat akad maka sesuai dengan ketentuan fiqh muamamlah karena kedua belah pihak yang melakukan akad sewa-menyewa telah memenuhi rukun dan syarat ijarah ditambah lagi adanya kesepakatan dan kerelaan antara kedua belah pihak yang melakukan akad sewa-menyewa pohon kelapa sawit tersebut. Namun apabila ditinjau dari objek akad atau manfaatnya belum sesuai dengan ketentuan fiqh muamamalah dikarenakan objek pohon kelapa sawit yang digunakan dalam sewa-meyewa tidak bisa langsung dimanfaatkan oleh pihak penyewa yang harus menuggu masa panen dan kemudian menjualnya. Hal ini dapat menimbulkan kerugian antara salah satu pihak yang melakukan akad jika harga sawit mengalami penurunan atau sawit terkena hama. Padahal dalam ketentuan fiqh muamamalah salah satu syarat sahnya suatu akad sewa-menyewa adalah manfaat dari sewa-menyewa tersebut harus jelas dan dapat diserah terimakan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : Edi Darmawijaya, S.Ag., M.Ag Pembimbing II : Riadhus Sholihin, S,Sy., MH
Uncontrolled Keywords: Sewa-menyewa, Kelapa Sawit, Fiqih Muammalah
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat > 2X4.223 Sewa Menyewa (Ijarah)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Hamdani Hamdani
Date Deposited: 07 Dec 2020 02:23
Last Modified: 07 Dec 2020 02:23
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/15012

Actions (login required)

View Item View Item
TOP