Legalistas Transaksi Jual Beli Sepeda Motor Tanpa Bukti Kepemilikan dalam Perspektif Sadd al-żarī‘ah (Studi Kasus di Kec. Kebayakan Kab. Aceh Tengah).

Ayu Sarami, 160102010 (2020) Legalistas Transaksi Jual Beli Sepeda Motor Tanpa Bukti Kepemilikan dalam Perspektif Sadd al-żarī‘ah (Studi Kasus di Kec. Kebayakan Kab. Aceh Tengah). ["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined] thesis, UIN AR-RANIRY.

[thumbnail of Legalistas Transaksi Jual Beli Sepeda Motor Tanpa  Bukti Kepemilikan dalam Perspektif Sadd al-żarī‘ah (Studi Kasus di Kec. Kebayakan Kab. Aceh Tengah).]
Preview
Text (Legalistas Transaksi Jual Beli Sepeda Motor Tanpa Bukti Kepemilikan dalam Perspektif Sadd al-żarī‘ah (Studi Kasus di Kec. Kebayakan Kab. Aceh Tengah).)
Ayu Sarami, 160102010, FSH, HES, 081233484283.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (5MB) | Preview

Abstract

Jual beli sepeda motor tanpa bukti kepemilikan di Kecamatan Kebayakan merupakan bentuk jual beli yang secara umum telah memenuhi syarat dan rukun jual beli yang sah. Dalam Islam tidak dijelaskan tentang bukti kepemilikan sepeda motor sebagai syarat sah jual beli, begitu juga dalam Undang-Undang Hukum Dagang yang tidak menerangkan secara rinci tentang bukti kepemilikan sepeda motor sebagai syarat sah jual beli. Masalahnya sebagian masyarakat dan penegak hukum beranggapan bahwa bukti kepemilikan berupa STNK dan BPKB adalah syarat sah kepemilikan, oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti bagaimana jual beli sepeda motor tanpa bukti kepemilikan pada masyarakat Kecamatan Kebayakan dan bagaimana legalitasnya dari perspektif sadd al-żarī‘ah. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian studi kasus selanjutnya dianalisis menggunakan teori sadd al-żarī‘ah. Masyarakat melakukan transaksi jual beli sepeda motor ini karena dijual dengan harga yang murah dan sesuai dengan kemampuan finansial dan masyarakat bisa menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai alat pencari rezeki. Terdapat kemaslahatan dari transaksi jual beli ini yang berada di tingkat ḥājiyyāat sebagai pemenuhan kebutuhan bagi seseorang, namun jika melihat pada risiko yang ditimbulkan, maka terdapat kemafsadatan ditingkat ḍarūriyyāt yang dapat mengancam hilangnya harta seseorang dan berakibat juga pada jiwanya akibat sanksi pidana. Dari paparan di atas disimpulkan bahwa transaksi jual beli sepeda motor tanpa bukti kepemilikan adalah jual beli yang sah menurut syarak, namun transaksi seperti ini harus dilarang karena kemafsadatan lebih unggul dari pada kemaslahatannya yang akan menimbulkan kerusakan di kemudian hari.

Item Type: Thesis (["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined])
Additional Information: Pembimbing I : Dr. Jabbar Sabil, MA Pembimbing II : Nahara Eriyanti, S.HI., MH
Uncontrolled Keywords: Jual beli, Sadd al-żarī‘ah
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat > 2X4.21 Jual Beli (Murabahah)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Ayu Sarami Ayu
Date Deposited: 14 Dec 2020 03:09
Last Modified: 14 Dec 2020 03:09
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/15092

Actions (login required)

View Item
View Item