Hubungan Konsep Diri dengan Kenakalan Remaja pada Siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah

Bambang Arianto, 140901006 (2020) Hubungan Konsep Diri dengan Kenakalan Remaja pada Siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah. Skripsi thesis, UIN AR-RANIRY.

[img]
Preview
Text (Hubungan Konsep Diri dengan Kenakalan Remaja pada siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah)
Bambang Arianto, 140901006, FIP, IP, 082260178228.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Masa remaja sering disebut sebagai masa penangguhan. Masa penangguhan bertujuan untuk mencapai beberapa resolusi dari krisis identitas. Apabila remaja tidak mencari identitas mereka dengan cukup pada tahap ini, maka mereka akan mengalami kebingungan mengenai siapa diri mereka. Banyak remaja yang terlibat kenakalan remaja dilatar belakangi oleh faktor internal dan faktor eksternal, salah satu faktor internal ialah konsep diri. Remaja yang memiliki konsep diri yang positif akan melakukan perbuatan yang positif sebagaimana yang diharapkan masyarakat sebaliknya konsep diri yang negatif akan membuat remaja cenderung melanggar aturan atau norma-norma masyarakat dan akhirnya terlibat dalam kenakalan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan konsep diri dengan kenakalan remaja pada siswa di SMPN 1 Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dan metode penelitian yang digunakan adalah korelasional. Teknik penentuan sampel dan menggunakan teknik sampel jenis Proportionate Stratified Random Sampling. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 304 dengan diperoleh sampel 173 siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara konsep diri dengan kenakalan remaja pada siswa di SMPN 1 Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah dengan hasil analisis berdasarkan uji korelasi Pearson dan menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi r sebesar -0,491, dan juga nilai p sebesar 0,000 artinya hubungan kedua variabel tersebut sangat signifikan karena signifikan (p) lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan semakin tinggi konsep diri maka diikuti dengan semakin rendah kenakalan remaja. Begitupun sebaliknya, semakin rendah konsep diri maka semakin tinggi kenakalan remaja pada siswa di SMP Negeri 1 Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Konsep Diri, Kenakalan Remaja, Siswa
Subjects: 100 Philosophy and Psychology > 150 Psychology (Psikologi/Ilmu Jiwa) > 155 Psikologi direferen dan Pengembangan > 155.5 Psikologi Kawula Muda Usia 12 sampai 20 Tahun
Divisions: Fakultas Psikologi > S1 Psikologi
Depositing User: Bambang Arianto
Date Deposited: 25 Jan 2021 02:18
Last Modified: 25 Jan 2021 02:18
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/15472

Actions (login required)

View Item View Item
TOP