Penyelesaian Wanprestasi pada Transaksi Jual Beli Online secara Dropship di Banda Aceh dalam Perspektif Ba’i Salam

Husna Wardani, 160102096 (2020) Penyelesaian Wanprestasi pada Transaksi Jual Beli Online secara Dropship di Banda Aceh dalam Perspektif Ba’i Salam. Skripsi thesis, UPT. PERPUSTAKAAN.

[img]
Preview
Text (Penyelesaian Wanprestasi pada Transaksi Jual Beli Online secara Dropship di Banda Aceh dalam Perspektif Ba’i Salam)
Husna Wardani, 160102096, FSH, HES, 085372656576.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Sistem jual beli online secara dropship merupakan suatu bisnis yang melibatkan para pihak seperti konsumen, dropshipper, dan supplier. Dalam transaksi ini pihak dropshipper menjadi perantara untuk konsumen dengan supplier, dropshipper tidak menyetok barang melainkan hanya mempromosikan produk milik supplier kepada konsumen, artinya dropshipper tidak pernah melihat barang secara langsung. Akad salam merupakan solusi untuk menjalankan bisnis dropship ini agar terhindar dari unsur gharar dalam jual beli. Selama akad salam berjalan, tidak menutup kemungkinan para pihak melakukan kelalaian atau tidak memenuhi kewajibannya sehingga akan menimbulkan wanprestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme transaksi jual beli online yang dilakukan dropshipper kota Banda Aceh, bentuk ganti rugi yang dilakukan pihak dropshipper atas tindakan wanprestasi yang dilakukannya dan penyelesaian wanprestasi dalam jual beli online secara dropship di Banda Aceh menurut perspektif ba’i salam. Untuk memperoleh jawaban tersebut, dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif analisis, dengan pendekatan kualitatif. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa dalam jual beli online secara dropship, potensi terjadinya miss persepsi antara pihak penjual dan pembeli sangat besar karena tidak pernah bertemu dan pihak pembeli hanya melihat spesifikasi barang dari katalog yang diupload secara online oleh pihak dropshipper. Salah satu permasalahan yang substantif yaitu pihak pembeli bisa saja menuduh bahwa pihak penjual telah melakukan wanprestasi, hal tersebut dapat menimbulkan tahgrir dalam jual beli. Adakalanya transaksi bisnis berbasis online dilakukan berdasarkan asas kepercayaan, ada saja pihak yang melakukan penyelewengan sehingga pihak lain merasa dirugikan. Pihak dropshipper tidak bisa disalahkan sepenuhnya akibat wanprestasi yang terjadi, karena tidak semua dropshipper memiliki i’tikad buruk dalam transaksi jual beli. Pihak dropshipper melakukan beberapa upaya untuk menyelesaikannya, yaitu dengan melakukan Perdamaian (Ishlah/Shulhu/Perdamaian), melakukan Arbitrase (Tahkim), dan yang terakhir melalui proses Pengadilan (qadha).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : Dr. Bismi Khalidin, S.Ag., M.Si, Pembimbing II : Badri, S.HI., MH
Uncontrolled Keywords: Penyelesaian Wanprestasi, Dropship, Ba’i Salam
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat > 2X4.211 Salam (Pemesanan)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Husna Wardani Husna
Date Deposited: 10 Mar 2021 02:28
Last Modified: 10 Mar 2021 02:28
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/16367

Actions (login required)

View Item View Item
TOP