Tradisi Balamang Dalam Masyarakat Suku Aneuk Jamee Di Kluet Selatan (Studi Kasus Di Gampong Ujung Pasir, Aceh Selatan)

Alkhalid Maulana, 160501083 (2021) Tradisi Balamang Dalam Masyarakat Suku Aneuk Jamee Di Kluet Selatan (Studi Kasus Di Gampong Ujung Pasir, Aceh Selatan). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Tradisi Balamang Dalam Masyarakat Suku Aneuk Jamee Di Kluet Selatan (Studi Kasus Di Gampong Ujung Pasir, Aceh Selatan))
Al-Khalid Maulana, 160501083, FAH, SKI, 082253799191.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (8MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “Tradisi Balamang Dalam Suku Aneuk Jamee Di Kluet Selatan”. Lamang adalah makanan khas Masyarakat Aneuk Jamee yang terbuat dari beras puluik (ketan) dengan wadah dari buluah (bambu). Membuat lamang merupakan tradisi masyarakat Aneuk Jamee sejak dahulu dapat dikatakan tradisi Balamang. Tradisi ini ialah kegiatan adat dalam penyambutan bulan suci Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha dan Tulak Bala. Lamang dan tradisi Balamang menarik dan perlu diketahui lebih jauh terutama keberadaannya dalam kehidupan Masyarakat Aneuk Jamee. Balamang bisa dikatakan makanan khas Aneuk Jamee yang mempunyai nilai dan makna-makna filosofis yang mendalam bagi Suku Aneuk Jamee, Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kulitatif dengan tekhnik observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis data untuk menemukan informasi yang diperlukan. Hasil penelitian ini menemukan berbagai ragam makna-makna dan pantang larang dalam Balamang di gampong Ujung Pasir. Mayarakat Aneuk Jamee sampai saat ini masih mempertahankan tradisi Balamang, namun ada sebagian masyarakat melupakan adanya pantangan dan larangan dalam pelaksanaan Balamang terutama pemuda zaman melenial, bahwa pemuda zaman sekarang beranggapan pantangan dan larangan hanyalah sebuah mitos. Hal inilah yang membuat tradisi Balamang terlihat begitu biasa saja. Dalam masyarakat gampong Ujung Pasir Balamang bukan hanya hari besar islam saja diadakan tetapi juga sewaktu praktek keagamaan di hari-hari biasa untuk sajian setelah berdo’a bersama, namun pada zaman yang serba memudahkan lamang digantikan dengan makanan lain seperti katupek (ketupat) yang lebih menghemat waktu dalam pembuatannya, karena dalam pembuatan lamang dapat menghabiskan waktu dan juga menguras tenaga, waktu yang diperlukan dalam pembuatan lamang sekitar 4 atau 6 jam lamanya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 303 Proses sosial
300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 305 Kelompok sosial
300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 306 Kebudayaan dan Pranata
800 Literature (Sastra)
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > S1 Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Alkhalid Maulana Khalid
Date Deposited: 30 Mar 2021 02:29
Last Modified: 30 Mar 2021 02:29
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/16668

Actions (login required)

View Item View Item
TOP