Pernikahan Wanita Hamil di Luar Nikah Menurut Mazhab Hanbali

Reza Riadi, 111309767 (2020) Pernikahan Wanita Hamil di Luar Nikah Menurut Mazhab Hanbali. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img] Text (Pernikahan Wanita Hamil di Luar Nikah Menurut Mazhab Hanbali)
index.html - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (34kB)

Abstract

Menurut ajaran Islam, perkawinan termasuk salah satu bagian yang penting dalam membentuk keluarga dan masyarakat kaum Muslimin. Islam sangat menganjurkan pernikahan. Terkadang yang disebutnya sebagai salah satu sunnah para Nabi serta jalan hidupnya para Rasul yang merupakan para pemimpin yang patut diteladani. Sebab, menikah merupakan bagian dari nikmat serta tanda keagungan Allah SWT yang diberikan kepada umat manusia. Hal ini jelas diatur dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, pada bab I Pasal 1 disebutkan, bahwasanya “pernikahan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang kekal dan bahagia, berdasarkan ketuhanan yang maha Esa. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hukum nikah wanita hamil menurut mazhab hanbali. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1. Bagaimana pandangan Mazhab Hanbali tentang pernikahan wanita hamil. 2. Bagaiamana dalil dan metode istinbath hukum yang digunakan Mazhab Hanbali dalam menetapkan hukum pernikahan wanita hamil. Penulis menggunakan metode Penelitian Kualitatif. Berdasarkan metode pengumpulan data, penelitian dikategorikan penelitian kajian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukan bahwa menurut pendapat mazhab Hanbali tidak sah menikahi wanita yang sedang hamil, baik hamil karena suami ataupun hamil di luar nikah (zina), karena mereka harus menjalani masa iddah, yaitu masa tunggu untuk bisa menikah sampai wanita tersebut telah melahirkan kandungannya. Pendapat Ibnu Qudamah yang merupakan salah satu ulama Mazhab Hanbali mengatakan hukum perkawinan wanita hamil karena zina tidak boleh dilaksanakan saat wanita tersebut dalam keadaan hamil. Karena menurut Ibnu Quddamah bahwa wanita yang telah melakukan persetubuhan di luar pernikahan akan tetapi ia harus menjalani masa i’ddah. Setelah ia selesai menjalani masa iddahnya wanita tersebut belum boleh melakukan pernikahan karena ia harus menjalani syarat yang kedua yaitu bertaubat dengan sungguh-sungguh.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing 1. Drs. Mohd. Kalam Daud, M.Ag 2. Syuhada, S.Ag., M.Ag
Uncontrolled Keywords: Nikah Wanita Hamil, Mazhab Hanbali
Subjects: 200 Religion (Agama)
200 Religion (Agama) > 203 Ibadah Umum dan Praktik lainnya
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Keluarga
Depositing User: Reza Riadi Reza
Date Deposited: 08 Apr 2021 04:50
Last Modified: 08 Apr 2021 04:50
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/16832

Actions (login required)

View Item View Item
TOP