Tinjauan Hukum Islam Tehadap Jual Beli Benur Udang dengan Sistem Hitungan dan Takaran (Suatu Penelitian pada Masyarakat Nelayan Seunuddon Aceh Utara)

Fika Fonna, 160102128 (2021) Tinjauan Hukum Islam Tehadap Jual Beli Benur Udang dengan Sistem Hitungan dan Takaran (Suatu Penelitian pada Masyarakat Nelayan Seunuddon Aceh Utara). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry.

[img]
Preview
Text (Tentang Tinjauan Hukum Islam Tehadap Jual Beli Benur Udang dengan Sistem Hitungan dan Takaran)
Fika Fonna, 160102128, FSH, HES, 085337053738.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (6MB) | Preview

Abstract

Kejelasan objek yang diperjualbelikan dalam transakasi jual beli merupakan hal yang sangat penting agar tidak terjadi kecurangan dan penipuan. Dalam menghitung benur udang oleh penjual di Desa Meunasah Sagoe Kecamatan Seunuddon penjual hanya menghitung satu sendok takar yang pertama sedangkan untuk takaran-takaran selanjutnya jumlahnya disamakan dengan takaran yang pertama, hal tersebut menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya gharar dan tadlis. Adapun tujuan penelitian dalam skripsi ini adalah bagaimana praktik jual beli benur udang dengan sistem hitungan dan takaran pada masyarakat nelayan Seunuddon Aceh Utara dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap jual beli benur udang dengan sistem hitungan dan takaran pada masyarakat nelayan Seunuddon Aceh Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya bersifat deskriptif analisis.Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghitungan benur udang dilakukan dengan cara mengambil satu sendok takar benur udang untuk dihitung, hasil dari penghitungan tersebut disamakan dengan takaran-takaran selanjutnya. Penjual dan pembeli sama-sama mengetahui bahwa dalam melakukan penghitungan benur udang menggunakan sistem hitungan dan takaran, penjual dan pembeli mempunyai informasi yang sama sehingga tidak ada pihak yang merasa dicurangi atau ditipu. Jual beli benur udang dengan sistem hitungan dan takaran yang dilakukan oleh penjual dan pembeli benur udang yang ada di Desa Meunasah Sagoe Kecamatan Seunuddon Aceh Utara sudah sesuai dengan konsep jual beli dalam fiqh muamalah, dikarenakan terpenuhinya syarat jual beli jizaf serta tidak terdapat unsur gharar dan tadlisdalam prakteknya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih
200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat > 2X4.28 Perbandingan Hukum Islam dengan Hukum Lainnya dibidang Muammalat, Termasuk Hukum Adat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Fika Fonna Fika
Date Deposited: 09 Apr 2021 02:44
Last Modified: 09 Apr 2021 02:44
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/16836

Actions (login required)

View Item View Item
TOP