Saksi Testimonium de Auditu dalam Perkara Perceraian di Mahkamah Syar’iyah

Sarah Fadhilah, 160101034 (2020) Saksi Testimonium de Auditu dalam Perkara Perceraian di Mahkamah Syar’iyah. ["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined] thesis, UIN Ar-Raniry.

[thumbnail of Tentang Saksi Testimonium de Auditu dalam Perkara  Perceraian di Mahkamah Syar’iyah]
Preview
Text (Tentang Saksi Testimonium de Auditu dalam Perkara Perceraian di Mahkamah Syar’iyah)
Sarah Fadhilah, 160101034, FSH, HK, 082274052589.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (5MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini meneliti tentang saksi testimonium de auditu. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu bagaimana pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara perceraian berdasarkan saksi testimonium de auditu di Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh (Putusan Nomor 133/Pdt.G/2019/MS-Bna, Putusan Tingkat Banding Nomor 113/Pdt.G/2019/MS-Aceh), bagaimana kekuatan pembuktian saksi testimonium de auditu dalam perkara perceraian di Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh dan Mahkamah Syariyah Aceh (Putusan Nomor 133/Pdt.G/2019/MS-Bna, Putusan Tingkat Banding Nomor 113/Pdt.G/2019/MS-Aceh), dan bagaimana tinjauan hukum Islam terkait testimonium de auditu sebagai syarat saksi. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kasus. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris, menggunakan tektik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah hakim Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh menerima saksi testimonium de auditu karena telah terpenuhinya syarat saksi-saksi tersebut sebagai alat bukti dalam persidangan baik formil maupun materil. Sedangkan pada tingkat banding, hakim menolak perkara tersebut karena alat bukti yang diajukan berstatus saksi testimonium de auditu yang tidak memenuhi syarat formil dan materil sebagai saksi.Dalam hukum Islam, saksi testimonium de auditu disebut saksi istifadhah, dimana saksi istifadhah hanya dibolehkan dalam beberapa perkara yaitu nasab, kematian, perwakafan, pernikahan serta kepemilikan suatu barang, namun penelitian ini terfokus pada perceraian.

Item Type: Thesis (["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined])
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam
200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.3 Hukum Perkawinan (Munakahat)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Keluarga
Depositing User: Sarah Fadhilah Sarah
Date Deposited: 27 Apr 2021 02:22
Last Modified: 27 Apr 2021 02:22
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/17035

Actions (login required)

View Item
View Item