Penyewaan Tanah Milik Kota Banda Aceh Untuk Usaha Pedagang Kecil di Gampong Rukoh Kecamatan Syiah Kuala (Analisis Menurut Perspektif Akad Ijārah)

Bahtun Nazar, 121309927 (2021) Penyewaan Tanah Milik Kota Banda Aceh Untuk Usaha Pedagang Kecil di Gampong Rukoh Kecamatan Syiah Kuala (Analisis Menurut Perspektif Akad Ijārah). Skripsi thesis, UIN AR-RANIRY.

[img]
Preview
Text (Penyewaan Tanah Milik Kota Banda Aceh Untuk Usaha Pedagang Kecil di Gampong Rukoh Kecamatan Syiah Kuala (Analisis Menurut Perspektif Akad Ijārah))
Bahtun Nazar, 121309927, FSH, HES, 085277233483.pdf
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Dalam akad ijārah perjanjian bukan hanya sekedar penyerahan suatu barang kepemilkian kepada penyewa untuk digunakan melainkan memiliki syarat dan banyak unsur yang harus dipenuhi sebagaimana yang telah ditetapkan dalam agama Islam, hal tersebut sebagaimana yang terjadi di Gampong Rukoh Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh bahwa secara kepemilikan tanah yang disewakan tersebut merupakan tanah Jalan Lingkar Kampus Kota Banda Aceh, namun dalam implemetasinya, pihak pedagang menyewa tanah tersebut dalam berjualan. Dari latar belakang tersebut melahirkan tiga rumusan masalah yaitu, bagaimanakah akad ijārah yang dilakukan antara pedagang kecil dengan pihak Gampong Rukoh Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh, bagaimanakah pertanggungjawaban atas akad ijārah yang dilakukan pedagang kecil dengan pihak Gampong Rukoh Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh dan bagaimanakah akad yang dilakukan antara pedagang kecil dengan pihak Gampong Rukoh Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh menurut perspektif akad Ijārah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, yaitu suatu metode yang bertujuan memusatkan pada pembahasan serta membuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta, sifat, hubungan antar fenomena yang diselidiki secara objektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama praktik penyewaan tanah negara oleh Gampong Rukoh terhadap pedagang kaki lima bertentangan dengan prinsip syari’ah, baik ketentuan menurut hukum positif maupun di dalam hukum Islam Kedua, pertanggungjawaban akad yaitu antara pedagang kaki lima dengan pihak Gampong Rukoh Kecamatan Syiah Kuala tidak memiliki kekuatan hukum yang jelas, pihak Gampong Rukoh tidak bertanggungjawab atas apapun yang terjadi setelah akad sewa tersebut berlangsung, selain itu bahwa tidak adanya perjanjian tertulis dalam akad tersebut, dan pemuda serta pihak Gampong tidak bertanggung jawab terhadap apapun risiko dikemudian hari, dan ketiga, Gampong Rukoh menyewakan lahan beserta tempat berjualan yang merupakan milik negara (milk al-daulah) kepada pedagang dengan biaya dan waktu yang telah ditentukan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : Dr. Ridwan Nurdin, MCL Pembimbing II : Faisal Fauzan,S.E,M.Si,Ak.CA
Uncontrolled Keywords: Tanah Milik Kota Banda Aceh, Usaha Pedagang Kecil, Gampong Rukoh, Ijārah
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat > 2X4.223 Sewa Menyewa (Ijarah)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Bahtun Nazar
Date Deposited: 04 Jun 2021 02:31
Last Modified: 04 Jun 2021 02:31
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/17210

Actions (login required)

View Item View Item
TOP