Jual Beli Pesanan Kusen Ditinjau Menurut Hukum Islam di Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh (Studi Tentang Perlindungan Konsumen)

Muhammad, 121309909 (2018) Jual Beli Pesanan Kusen Ditinjau Menurut Hukum Islam di Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh (Studi Tentang Perlindungan Konsumen). Skripsi thesis, UIN AR-RANIRY.

[img]
Preview
Text (Jual Beli Pesanan Kusen Ditinjau Menurut Hukum Islam di Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh (Studi Tentang Perlindungan Konsumen))
Muhammad, 121309909, FSH, HES, 085297878266.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Jual Beli Isthisna’ yaitu jual beli secara pesanan, atau membeli barang yang dipesan sesuai dengan spesifikasi/kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakti antara penjual dan pembeli. Bai isthisna’ salah satu penerapannya ada pada salah satu usaha perabot yang menyediakan perabotan seperti kusen di Jl. Syiah Kuala, Lambaro Skep Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik pesanan pembuatan kusen yang terjadi di Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh, bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap praktik pesanan pembuatan kusen di Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh, serta pertanggung jawaban terhadap kelalaian barang pesanan pembuatan kusen tersebut berdasarkan Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Hasil penelitian yang telah dikaji adalah praktik pemesanan kusen di Jl. Syiah Kuala Lambaro Skep Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh menggunakan akad jual beli pesanan atau bai’ Isthisna’ metode perjanjian suatu pesanan dilakukan dengan dua cara yaitu pihak pemesan langsung mendatangi penjual pembuatan kusen (perabot) dan melalui media telpon dengan spesifikasi atau kriteria yang diinginkan konsumen. Metode pembayaran dapat dilakukan di lokasi perjanjian atau dapat melakukan transfer via rekening bank, dengan memberikan uang panjar setengah dari keseluruhan harga sebagai pengikat tanda jadi dan sisanya di bayar ketika konsumen menerima barang hasil pesanan, pertanggung jawaban yang diberikan oleh pihak perabot akibat salah satu pihak tidak melakukan kewajibannya, yaitu memenuhi prestasi tapi tidak tepat waktu. Dalam hal ini pihak perabot menyelesaikan permasalahan tersebut dengan musyawarah untuk mecapai kesepakatan bersama yaitu pihak produsen (pihak perabot) memberikan ganti rugi 5% dari total harga pesanan jika keterlambatan tersebut merupakan kesalahan dari pihak produsen. Dalam pelaksanaan akad pesanan kusen di Jl. Syiah Kuala Lambaro Skep sudah memenuhi syarat dan rukun akad tetapi fasid dalam hal salah satu pihak tidak melakukan kewajibannya atau dalam hukum Islam di kenai ganti rugi atau dhamam al aqd.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : Dr.RidwanNurdin, MCL. Pembimbing II : Edi Yuhermansyah, LLM
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat > 2X4.211 Salam (Pemesanan)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Muhammad Muhammad
Date Deposited: 04 Jun 2021 02:28
Last Modified: 04 Jun 2021 02:28
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/17221

Actions (login required)

View Item View Item
TOP