Penggunaan dan Penafsiran Lafaz Jā’a , Ata, Ḥaḍara dan Warada dalam Al-Qur'an

Vioza Winalda Efindra Harahap, 160303116 (2021) Penggunaan dan Penafsiran Lafaz Jā’a , Ata, Ḥaḍara dan Warada dalam Al-Qur'an. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang lafaz-lafaz yang berbeda dalam Al-Qur'an namun memiliki makna yang sama)
Vioza Winalda Efindra Harahap, 160303116, FUF, IAT, 082166066148.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Alquran merupakan kalamullah yang begitu indah jika ditanjau dari berbagai aspek, lafaz-lafaz yang digunakan Alquran memiliki rahasia-rahasia ilahi yang menakjubkan. Salah satu yang membuat Alquran begitu menakjubkan dan memiliki keunikan tersendiri ialah Alquran sering menggunakan lafaz-lafaz yang berbeda namun sekilas tampak memiliki makna yang sama, termasuk ketika menggunakan lafaz jā’a, atā, ḥaḍara dan warada yang diartikan dengan datang. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui makna dan konteks penggunan lafaz jā’a, atā, ḥaḍara, dan warada serta menjelaskan penafsiran para mufasir terhadap lafaz-lafaz tersebut. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian library reaserch, yaitu mengumpulkan data-data dan pembahasan kepustakaan yang tediri dari data primer yaitu ayat-ayat Alquran dan data skunder seperti dari kitab tafsir, dan beberapa buku yang berkaitan dengan topik pembahasan. Adapun data yang diperoleh dalam kajian ini, penulis menganalisis dengan menggunakan metode mauḍu’i. Hasil dari penelitian ini ialah bahwa lafaz jā’a memiliki makna datang, membawa, berbuat, kembali, dan memaksa bersandar. Lafaz ini digunakan untuk kegiatan datang yang telah terjadi. Adapun penafsirannya ialah untuk menunjukkan kebenaran akan kedatangan tersebut serta digunakan untuk kedatangan secara fisik maupun non fisik. Lafaz atā memiliki makna datang, mengerjakan, menghancurkan, diberi dan ditepati. Menunjukkan kedatangan yang maksud atau tujuannya kadang belum terlaksana, masih berupa gambaran perancanaan. Adapun penafsirannya untuk menunjukan ketetapan akan kedatangan tersebuat pasti kebenarannya dan pasti akan terjadi. Lafaz ḥaḍara dimaknai dengan datang, hadir, berada, dekat, dan tunai. Menunjukkan kegiatan hadir atau datang berlangsung bersamaan dengan kegiatan yang lainnya serta menunujukkan akan penyaksian orang yang hadir tersebut. Adapun lafaz warada dimaknai dengan datang ke sumber air, sampai, masuk, dahaga, dan pembawa air. Penggunaannya tidak jauh berbeda dengan makna dasarnya yaitu mendatangi atau menuju sumber air. Adapun penafsirannya ialah, apabila lafaz ini digunakan terhadap konteks ayat yang berbicara tentang sumber air yang berada di dunia, maka maksudnya memang memunuju sumber air tersebut. Dan ketika digunakan pada ayat yang berbicara neraka, maka maksudnya mendangi atau menuju neraka tersebut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Prof. Dr. Fauzi, Lc, M.A 2. Syukran Abu Bakar, Lc, M.A
Uncontrolled Keywords: Penggunaan dan Penafsiran, Lafaz, Jā’a, Atā, Ḥaḍara dan Warada
Subjects: 200 Religion (Agama)
200 Religion (Agama) > 297 Islam
200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan
200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.1 Ilmu-ilmu Al-Qur'an
200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.1 Ilmu-ilmu Al-Qur'an > 2X1.13 Bahasa Al-Qur'an
200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.1 Ilmu-ilmu Al-Qur'an > 2X1.131 Gramatika Al-Qur'an
Depositing User: Vioza Winalda Efindra Harahap Vioza
Date Deposited: 06 Sep 2021 02:24
Last Modified: 06 Sep 2021 02:24
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/18096

Actions (login required)

View Item View Item
TOP