Putusan Hukuman Pelaku Pembunuhan Anak Kandung di Kabupaten Batang (Analisis Hukum Pidana Islam terhadap Putusan PN Nomor 2/Pid.Sus-Anak/2018/PN.Btg)

Efroh Ummi, 160104123 (2021) Putusan Hukuman Pelaku Pembunuhan Anak Kandung di Kabupaten Batang (Analisis Hukum Pidana Islam terhadap Putusan PN Nomor 2/Pid.Sus-Anak/2018/PN.Btg). Skripsi thesis, UIN Ar-raniry.

[img] Text (Putusan Hukuman Pelaku Pembunuhan Anak Kandung di Kabupaten Batang)
Efroh Ummi, 160104123, FSH, HPI, 085206691402.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (9MB)

Abstract

Hubungan orang tua dan anak secara nasab tidak dapat digantikan oleh siapapun dan menibulkan hak serta kewajiban yang ada antara anak dan orang tuanya. Setiap anak akan mendapatkan haknya dan melaksanakan kewajibannya. Ada beberapa kasus yang tidak lain pelakunya adalah orang tua kandung dan korbanya ialah anak tentu perlu adanya perhatian bagi kita semua. Beberapa kasus yang ada, penjatuhan hukuman di Negara ini ternyata belum mampu memberikan efek jera kepada pelaku dan belum mampu untuk memberikan rasa takut kepada yang lain sebagaimana tujuan hukum itu sendiri. itu dibuktikan karena masih banyak kasus-kasus yang terjadi dalam waktu yang berbeda. penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui bagaimana sanksi pidana yang diterapkan terhadap orang tua yang membunuh anak kandungnya berdasarkan putusan Nomor: 2/Pid.Sus-Anak/2018/PN.Btg serta ditinjau dengan hukum pidana Islam. Metode yang dipakai dalam penelitian adalah penelitian hukum (legal risearch) adalah menemukan kebenaran koherensi, yaitu adakah aturan hukum sesuai norma hukum. pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kasus (Case Approach). Pendekatan kasus merupakan suatu penelitian yang menujukan untuk pengumpulan data, mengambil makna, dan memperoleh pemahaman dari kasus tersebut. Adapun sumber utama adalah putusan pengadilan dan KUHP, sedangkan data lainya berasal dari kitab-kitab fiqh dan buku-buku hukum yang terkait. Hasil penelitian bahwa tinjauan hukum pidana Islam terhadap ancaman hukuman tindak pidana pembunuhan anak yang dilakukan oleh orantuanya, yaitu tidak dapat di qishash karena ibu memiliki ikatan darah terhadap anak (wali). kesimpulanya dikarenakan qishash tidak bisa dijatuhkan maka hukuman pengganti adalah hukuman diyat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.5 Hukum Pidana Islam (Jinayat)
300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 340 Law/Ilmu Hukum
300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 340 Law/Ilmu Hukum > 345 Hukum Pidana
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Pidana Islam
Depositing User: Efroh Ummi Efroh
Date Deposited: 14 Sep 2021 02:49
Last Modified: 14 Sep 2021 02:49
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/18221

Actions (login required)

View Item View Item
TOP