Konsep Tanawwu’ Al-‘Ibadah (Kajian terhadap Pemahaman Imam Al-Sya Fi’i dan Ibn Qutaibah)

Ninik Karlina, 341203267 (2017) Konsep Tanawwu’ Al-‘Ibadah (Kajian terhadap Pemahaman Imam Al-Sya Fi’i dan Ibn Qutaibah). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Mengenai tentang Ibadah)
Pdf Gabung.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Imam al-Sya>fi’i> menjelaskan bahwa agama ini didasarkan pada konsep bayan (penjelasan dari Tuhan). Pertama penjelasan dengan al-Quran, kemudian melalui sunnah Nabi SAW. Perbandingan dua hadis atau lebih seringkali memunculkan pemahaman yang berbeda. Perbedaan riwayat, pemahaman, dan pengamalannya yang menjadikan pertentangan antar hadis tidak terelakkan. Sementara itu, sikap sebahagian ulama yang cenderung menggunakan metode tarjih sebagai satu-satunya metode yang tepat dengan menafikan alternatif penggunaan metode-metode lainnya, disadari atau tidak, terkadang turut berperan dalam menimbulkan pertikaian-pertikaian. Adapun pokok permasalahan adalah sempitnya pemahaman suatu persoalan terkait hadis tanawwu’ al-‘iba>dah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu metode yang menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah untuk ditarik kesimpulan-kesimpulan. Sumber primer penelitian ini yaitu kitab Ikhtila>f al-H}adi>th, Ta’wi>l Mukhtalif al-H}adi>th dan literatur lainnya yang berkenaan dengan tanawwu’ al-‘iba>dah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan hadis tanawwu’ al-‘iba>dah menurut imam al-Sya>fi’i> dan Ibn Qutaibah menggunakan metode al-jam’u wa tawfiq dalam pengamalannya. Selanjutnya, hadis tanawwu’ al-‘iba>dah adalah hadis-hadis yang menerangkan praktek ibadah tertentu yang dilakukan atau diajarkan Rasulullah SAW, akan tetapi antara satu dengan lainnya terdapat perbedaan pada matan hadis dan pemahamannya. Namun, ajaran atau ketentuan yang dibawa oleh hadis-hadis tersebut meskipun antara satu dan lainnya mengandung perbedaan, namun tidak berarti hanya satu yang harus diterima dan yang lain harus ditolak, melainkan semua haruslah dipahami sebagai cara atau bentuk pelaksanaan ibadah yang boleh diikuti dan diamalkan (Ikhtila>f min jihhat al-muba>h). Sebagaimana yang ditetapkan oleh para ulama yang sesuai dengan kaedah ushul bahwa hukum asal dalam masalah ibadah ialah menerima dan mengikuti sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Dr. H. Agusni Yahya, M.A 2. Zulihafnani, M.A
Uncontrolled Keywords: Konsep Ibadah
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.1 Ibadah
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Ninik Karlina
Date Deposited: 16 Jan 2018 09:14
Last Modified: 16 Jan 2018 09:14
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/2248

Actions (login required)

View Item View Item
TOP