Upacara Semeuleung di Makam Po Teumeurehom (Studi Kasus Lamno)

Nurhalimah, 320802380 (2013) Upacara Semeuleung di Makam Po Teumeurehom (Studi Kasus Lamno). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Upacara Seumeuleung di Makam Po Teumeruhom di Lamno)
Untitled.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Seumuleung adalah sebuah prosesi adat yang di lakukan setiap tahun untuk memperingati hari pelantikan Sultan Salatin Alaidin Riayat Syah menjadi raja pada Kerajaan Daya. Pada upacara tersebut, keturunan Raja Daya disuapi (di suleung) oleh dayang-dayang kerajaan sebagai simbol peneguhan atau penabalannya sebagai raja. Sebagai fenomena budaya dalam suatu Agama, upacara Seumuleung menarik untuk di teliti dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana proses upacara Seumuleung di Kerajaan Daya dan apa saja yang menjadi peninggalan Po Teumeureuhom, dan ingin mengetahui makna Agama dan makna sosial dalam upacara seumuleung. Penelitian ini dilakukan di Komples Makam Po Teumeureuhom yang berada di Gampong Glee Jong, Lamno, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian menggunakan pendekatan fenomenologis . Adapun pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Selain itu, peneliti juga menggunakan data sekunder yang berasal dari media cetak dan elektronik, laporan, dan catatan-catatan yang terkait dengan objek penelitian. Informan terdiri dari pelaku upacara seumuleung dan masyarakat pengunjung. Data yang telah dikumpulkan di analisis dengan analisis pemaknaan agama dan pemaknaan sosial sesuai dengan kerangka konseptual dan pertanyaan penelitian. Selanjutnya, data itu di klasifikasi , diverifikasi, dan diinterprestasikan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada saat Sultan Alaidin riayat syah wafat Sultan Badrul Munir melaksanakan kembali upacara seumuleung pada tahun 1711-1735 upacara ini diawali dari pengukuhan raja di Balai Astaka Diraja dan sampai berakhir di Kompleks Makam Po Teumeureuhom Daya, prosesi seumuleung memiliki makna bagi masyarakat. Seumuleung dimaknai dengan berbagai kepentingan, seperti mendapat nasi yapan, yang di yakini akan mendatang berkah bagi siapa saja yang memakanya. Selain itu ada pula yang bertujuan menziarahi Makam Meureuhom Daya dan melepaskan nazar atau sekedar membasuh muka dengan menggunakan air dari guci besar di komplek makam. Di luar dari kepentingan itu, hampir semua penggunjung menggunakan kesempatan berkunjung ke Kompleks Makam Meureuhom Daya untuk berekreasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1.Husna Amin 2.Abdul Majid
Uncontrolled Keywords: Po Teumereuhon, Makam, Upacara Semeuleung
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 306 Kebudayaan dan Pranata
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Ilmu Perbandingan Agama
Depositing User: Nurhalimah halimah
Date Deposited: 08 Feb 2018 08:55
Last Modified: 08 Feb 2018 08:58
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/2454

Actions (login required)

View Item View Item
TOP