Konsep Mafqūd ‘Alaihi menurut Fatwa Mufti Kuala Lumpur: Studi Kasus terhadap Hilangnya Korban Kecelakaan Pesawat MH370

Samsuriadi Bin Tabbah, 150101115 (2018) Konsep Mafqūd ‘Alaihi menurut Fatwa Mufti Kuala Lumpur: Studi Kasus terhadap Hilangnya Korban Kecelakaan Pesawat MH370. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img] Text (Mengenai tentang Pemikiran Ulama)
SAMSURIADI.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
From B dan From D.pdf

Download (551kB) | Preview

Abstract

Tragedi kecelakaan pesawat boeing 777 MH370 milik Malaysia Airlines merupakan insiden paling misterius dalam dunia penerbangan. Pesawat nahas yang membawa 227 penumpang dan 12 kru tersebut menghilang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing pada 8 Maret 2014 silam. Sehubungan dengan insiden tragis itu, Fatwa Mufti Wilayah Persekutuan menyatakan bahwa seluruh penumpang pesawat yang berasal dari 15 negara itu telah meninggal dunia. Klaim tersebut didasari oleh pengumuman resmi dari otoritas penerbangan Malaysia, Departemen Penerbangan Awam yang menyatakan sangat kecil kemungkinan para penumpang selamat dari pesawat yang diyakini jatuh di perairan terpencil di bagian selatan Samudera Hindia. Fatwa Mufti Wilayah Persekutuan itu sangat krusial sifatnya mengingat berkaitan dengan beragam persoalan hukum yang akan timbul, seperti status perkawinan, perwarisan, dan pertimbangan hukum lainnya antara mafqūd dan keluarga yang ditinggalkan. Dalam kaitan kasus di atas, penelitian ini berusaha menjawab dua pertanyaan pokok, yakni: pertama, bagaimana konsep dan pertimbangan/penentuan status hukum bagi mafqūd ‘alaihi penumpang pesawat MH370 menurut fatwa Mufti Wilayah Kuala Lumpur. Kedua, bagaimana kedudukan dan pertimbangan/penentuan status hukum mafqūd‘alaihi dalam Akta Undang-Undang Keluarga Islam Wilayah Persekutuan. Penelitian kepustakaan (library research) ini merupakan penelitian yuridis formatif, yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan meneliti bahan pustaka atau data sekunder. Melalui metode penelitian ini, akan dilihat norma-norma hukum yang bertentangan dengan hukum lainnya, yaitu antara Fatwa Mufti Wilayah Persekutuan dengan Akta Undang-Undang Keluarga Islam (Wilayah-Wilayah Persekutuan). Berdasarkan hasil kajian penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan dua hal penting, yaitu pertama, fatwa yang dikeluarkan oleh Mufti Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur tentang status mafqūd‘alaihi yang menyatakan bahwa para penumpang pesawat MH370 dinyatakan telah meninggal dunia adalah benar dan tepat. Hal ini didasari bukti-bukti otentik yang kuat melalui penggunaan peralatan teknologi canggih yang dapat diyakini dan dibenarkan oleh syariat untuk sahnya suatu ketetapan hukum. Kedua, Akta Undang-Undang Wilayah-Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur seharusnya dilakukan perubahan untuk maslahah ke depan jika sekiranya kasus-kasus serupa terjadi di kemudian hari.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : 1. Muhammad Siddiq Armia, M.H., Ph.D.; 2. Dr. Mizaj Iskandar, Lc, LLM.
Uncontrolled Keywords: Mafqud, Hukum
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X7 Filsafat dan Perkembangan > 2X7.4 Pemurnian dan Pembaharuan Pemikiran > 2X7.42 Pembaharuan dan Pemikiran dalam Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Keluarga
Depositing User: Samsuriadii Bin Tabbahh
Date Deposited: 08 Mar 2018 10:16
Last Modified: 08 Mar 2018 10:16
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/2816

Actions (login required)

View Item View Item
TOP