Fatwa DSN Mui dan MPS BNM tentang Musyarakah (Analisis Dalil dan Metode Istinbāṭ Al-Hukmi)

Gulbuddin Hekmatyar bin Lukman, 140102238 (2018) Fatwa DSN Mui dan MPS BNM tentang Musyarakah (Analisis Dalil dan Metode Istinbāṭ Al-Hukmi). ["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined] thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Membahas tentang Fatwa Dsn Mui dan Mps Bnm Tentang Musyarakah]
Preview
Text (Membahas tentang Fatwa Dsn Mui dan Mps Bnm Tentang Musyarakah)
Gulbuddin Hekmatyar bin Lukman .pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (8MB) | Preview
[thumbnail of Form B dan Form D.pdf]
Preview
Text
Form B dan Form D.pdf

Download (470kB) | Preview

Abstract

Musyārakah merupakan satu akad musammā berasaskan konsep kerjasama (isytirak). Sesuai perkembangan, muncul kreasi baru produk keuangan berdasarkan konsep musyārakah. DSN MUI di Indonesia dan MPS BNM di Malaysia selaku regulator Ekonomi Syariah telah mengeluarkan keputusan mengenai produk baru berdasarkan musyārakah. Meskipun demikian, setiap lembaga ini mempunyai pendekatan penetapan fatwanya yang tersendiri. Skripsi ini ingin meneliti bagaimana beda fatwa DSN MUI dan MPS BNM tentang musyārakah, juga bagaimana dalil serta metode istinbāṭ al-hukmi yang digunakan DSN MUI dan MPS BNM. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan. Sumber primer adalah fatwa DSN MUI dan MPS BNM tentang akad musyārakah. Sumber sekunder berupa kompilasi hukum, jurnal, dan bukubuku berkenaan dengan lembaga yang terkait. Teknik pengumpulan data adalah melalui studi dokumentasi. Analisis menggunakan teknik deskriptifkomparatif dengan membandingkan fatwa DSN MUI dan MPS BNM serta mengkaji dalil dan metode istinbāṭ al-hukmi yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Fatwa DSN MUI dan MPS BNM sama-sama mengarah kepada jenis musyārakah amwāl berbentuk ‘inān, tetapi berbeda pada aspek sistematika fatwa dan beberapa ketentuan akad. (2) Dalil yang menjadi sandaran utama fatwa legalitas musyārakah oleh kedua-duanya adalah dalil-dalil utama yang disepakati yaitu Al-Quran dari Surah Sād ayat 24 dan Surah Al-Maidah ayat 1, hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Al-Tirmidzi serta Al-Daruqutni dan ijma’ ulama’ atas kebolehan musyārakah (3) Pada metode isṭinbāṭ al-hukmi, DSN MUI menggunakan qawāid usuliyyah dan qawāid fiqhiyyah melalui pendekatan Naṣ Qathi, pendekatan Qauli dan pendekatan Manhaji. Manakala pendekatan MPS BNM dalam putusan ini adalah dengan merujuk kepada sumber utama (al-Quran serta al-Sunnah) dan sumber kedua yaitu produk ijtihād yang terdiri daripada ijma’ dan maslahah.

Item Type: Thesis (["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined])
Additional Information: Pembimbing: 1.Prof. Dr. H. Al Yasa Abubakar, MA. 2.Dr. Mursyid S.Ag.,M.HI
Uncontrolled Keywords: Fatwa, DSN MUI, MPS BNM, Musyārakah, Dalil, Istinbāt alHukmi.
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat > 2X4.24 Syarikah/Musyarakah
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Gulbuddin Hekmatyar bin Lukman
Date Deposited: 09 Apr 2018 06:19
Last Modified: 10 Apr 2018 04:18
URI: http://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/3364

Actions (login required)

View Item
View Item