Peran Hakam (Juru Damai) di dalam Mengatasi Perceraian (Studi di Jabatan Kehakiman Syari'ah Pulau Pinang, Malaysia)

Muhamad AlFattah Bin Abu Bakar, 111209685 (2018) Peran Hakam (Juru Damai) di dalam Mengatasi Perceraian (Studi di Jabatan Kehakiman Syari'ah Pulau Pinang, Malaysia). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Peran Hakam)
Muhamad AlFattah.pdf.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (6MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Form B dan Form D.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (774kB) | Preview

Abstract

Hakam merupakan suatu istilah perwakilan untuk urusan suami isteri atau sering disebut juru damai yang diutus pada saat terjadi perselisihan rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang peran dan upaya hakam (juru damai), kendala-kendala serta efektifitas dibentuknya hakam sebagai juru damai dalam upaya mengurangi angka perceraian di Jabatan Kehakiman Syari’ah Pulau Pinang Malaysia. Dalam menyusun skripsi ini, penulis menggunakan metode kajian lapangan (field research) dengan menggunakan beberapa teknik yaitu observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Data-data yang terkumpul tersebut bersumberkan kepada data primer yaitu data-data yang peneliti peroleh dari lapangan dan data sekunder yaitu data-data yang diperoleh dari buku-buku, ensiklopedia, dan karya tulisan ilmiah yang mempunyai hubungan dengan masalah yang diteliti. Setelah data terkumpul, kemudian dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif. Dalam penelitian ini, penulis mendapati bahwa peran hakam (juru damai) adalah mendamaikan atau menjadi penengah antara pasangan suami isteri yang sedang bersengketa, dengan cara meneliti dan mencari titik akar permasalahan dengan harapan dapat didamaikan. Hakam (juru damai) berupaya untuk mencari tahu apa yang menjadi penyebab perselisihan atas kebijaksanaan mereka untuk mendapatkan jalan terbaik dalam proses perdamaian. Penulis juga mendapati bahwa adanya kendala-kendala yang timbul dari proses perdamaian tersebut, antaranya adalah tidak ada kerjasama dari para pihak, tidak ada insentif yang diberikan kepada hakam (juru damai), sulit untuk menemukan perwakilan dari pihak yang bersengketa jika pihak yang disengketakan tidak memiliki keluarga, hakam (juru damai) yang saling bertukar atas perintah Mahkamah dan sampai saat ini Jabatan Kehakiman Syari’ah Pulau Pinang belum menerbitkan suatu kaidah-kaidah khusus tentang kriteria hakam (juru damai). Adapun peran hakam (juru damai) di dalam mengatasi perceraian di Jabatan Kehakiman Syari’ah Pulau Pinang Malaysia masih kurang efektif karena statistik perceraian yang telah dikeluarkan ternyata masih mengalami angka peningkatan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Dr. Armiadi S.Ag., MA 2. Sitti Mawar S.Ag., MH
Uncontrolled Keywords: Peran Hakam, Mengatasi Perceraian, Jabatan Kehakiman Syari'ah Pulau Pinang Malaysia
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.3 Hukum Perkawinan (Munakahat) > 2X4.33 Perceraian
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Keluarga
Depositing User: Muhamad AlFattah Abu Bakar
Date Deposited: 23 Apr 2018 10:32
Last Modified: 23 Apr 2018 10:32
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/3584

Actions (login required)

View Item View Item
TOP