Budaya Keyboard pada Pesta Perkawinan dan Pengaruhnya terhadap Implementasi Syari’at Islam di Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang

Wahyu Maulana, 511303043 (2018) Budaya Keyboard pada Pesta Perkawinan dan Pengaruhnya terhadap Implementasi Syari’at Islam di Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Budaya, Perkawinan)
WAHYU MAULANA.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Form B dan Form D.pdf

Download (650kB) | Preview

Abstract

Keyboard merupakan organ tunggal yang dimainkan dengan satu alat musik saja dan diiringi oleh penyanyi wanita ataupun pria. Penampilan musik keyboard sering dijumpai pada acara pesta perkawinan, hajatan sunat dan juga aqiqah. Selain pada acara yang tersebut di atas, musik keyboard juga sering digelar di pinggiran kota. Pagelaran musik keyboard ini juga dikenal dalam adat perkawinan masyarakat Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang. Namun seiring berjalannya waktu, banyak terjadi pergerseran nilai dan budaya ketika musik keyboard ini ditampilkan, ditambah lagi wilayah ini adalah wilayah yang melaksanakan Syariat Islam. Oleh karena itu penelitian ini mengangkat judul “Budaya Keyboard Pada Pesta Perkawinan Dan Pengaruhnya Terhadap Implementasi Syari’at Islam di Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Adapun instrumen penelitiannya adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah melakukan penelitian dan menganalisa data, hasil penelitian menunjukkan bahwa awalnya musik keyboard hanya tampil pada siang hari saja. Karena banyaknya permintaan, maka musik keyboard digelar hingga malam hari bahkan larut malam. Para tetua adat, Imam, Mukim, dan Datok cenderung tidak setuju keyboard diakan hingga larut malam, karena dikhawatirkan banyak beredar narkoba, minuman keras dan khalwat. Akibatnya banyak pemuda yang mabuk sehingga terjadi keributan apabila saling bersenggolan. Kondisi demikian tidak relevan dengan pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Walaupun begitu, realita di lapangan didapatkan pagelaran music keyboard banyak dilaksanakan hingga larut malam sehingga terjadi pro dan kontra di antara masyarakat Kecamatan Bendahara. Pihak yang kontra (tetua Adat, Mukim, Imam, Datok) menilai keyboard ini merusak generasi muda dan tidak sesuai dengan syariat Islam. Sedangkan kelompok yang pro (para pemuda) menilai ketika digelar musik keyboard tidak melanggar aturan yang berlaku dan terkait syariat Islam kembali kepada pribadi masing-masing.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : 1. Dr. Aslam Nur, M.A; 2. Dr. Phil Abdul Manan, M.Sc, M.A
Uncontrolled Keywords: Keyboard, Syariat Islam, Pergeseran Budaya
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X6 Sosial dan Budaya > 2X6.7 Kesenian dan Kebudayaan
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > S1 Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Wahyu Maulana
Date Deposited: 30 Apr 2018 03:33
Last Modified: 30 Apr 2018 03:33
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/3706

Actions (login required)

View Item View Item
TOP