Esensi Manusia dalam Perspektif Murtadha Muthahhari

Juliawati, 311303326 (2018) Esensi Manusia dalam Perspektif Murtadha Muthahhari. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Pemikiran Manusia)
JULIAWATI.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (966kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Form B dan Form D.pdf

Download (338kB) | Preview

Abstract

Judul Skripsi ini adalah “ Esensi Manusia Dalam Perspektif Murtadha Muthahhari”. Adapun yang menjadi latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah pemikiran Murtadha Muthahhari tentang manusia berbeda dengan pemikiran pada filsuf lain seperti Omar Mohammad Al-Taumi Al- Syaibani yang mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang mulia, manusia juga merupakan makhluk yang mampu berpikir dan manusia merupakan makhluk tiga dimensi (yang terdiri dari badan, ruh dan kemampuan berpikir). Manusia didalam proses tumbuh kembangnya dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu keturunan dan faktor lingkungan. Sedangkan Mutahhhari memandang manusia lebih menitik beratkan pada sisi positif dan negatif pada manusia, dan lebih menjelaskan sifat dasar yang ada pada manusia. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode Library Reseach yaitu penelitian kepustakaan. Data yang penulis gunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu primer dan sekunder. Adapun yang menjadi data primer adalah buku karangan Murtadha Muthahhari, sedangkan yang menjadi data sekunder buku-buku dan jurnal-jurnal yang berkaitan dengan topik pembahasan. Dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan dapat disimpulkan, dalam Islam manusia di pandang sebagai makhluk Allah SWT yang memiliki unsur dan jiwa yang berakal, bernafsu, dan bertanggung jawab kepada Allah SWT. Sedangkan dalam pandangan filsafat manusia memiliki posisi yang sangat urgen karena manusia yang mampu berpikir dengan akal yang bisa membedakan antara baik dan buruk. Selain itu pula, manusia mampu mengatur dan mengelola segala sesuatu yang ada dialam. Menurut Murtdha Muthahhari manusia adalah makhluk evolusi terakhir maka manusia memiliki karakteristik yang khas yang membedakan dengan makhluk yang lain di dalam dunia ini. Ia mengatakan bahwa dalam diri manusia terdapat sifat kehewanan dan kemanusiaan, oleh karena itulah baginya karakteristik yang khas dari manusia adalah iman dan ilmu.Iman dan ilmu sangat berkaitan, pemisahan keduanya akan menurunkan martabat manusia. Iman tanpa ilmu akan mengakibatkan fanatisme dan kemunduran, takhayul dan kebodohan. Ilmu tanpa iman akan digunakan untuk memuaskan kerakusan, kepongohan,ambisi, penindasan dan lain-lain. Muthahhari juga menegaskan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang memadukan antara iman dan ilmu (sains).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : 1. Dr. Fuad Ramly, M. Hum; 2. Dr. Firdaus, M. Hum, M. Si
Uncontrolled Keywords: Pemikiran Manusia, Filsafat
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X7 Filsafat dan Perkembangan > 2X7.1 Filsafat > 2X7.11 Dasar dan Sistem Filsafat Islam, termasuk Metafisika
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Aqidah
Depositing User: Juliawati Halimah
Date Deposited: 08 May 2018 03:47
Last Modified: 08 May 2018 03:47
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/3797

Actions (login required)

View Item View Item
TOP