Uli al-Amri dalam Penafsiran Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah dan Syi'ah Ithna 'Asyariyah

Sayed Mahadhir, 341303382 (2018) Uli al-Amri dalam Penafsiran Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah dan Syi'ah Ithna 'Asyariyah. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text
Sayed Mahadhir Muhammad Al-Idrus.pdf

Download (7MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Form B dan Form D.pdf.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Uli al-Amri secara umum berarti orang-orang yang memiliki perintah atau sebagai pemerintah. Kata ini hanya terdapat pada surat an-Nisa’ ayat 59 dan 83. Di dalam penafsiran, para ulama tafsir berbeda pendapat dalam memaknai kata Uli al-Amri khususnya antara ulama Ahlussunnah Wal Jamaʻah dan Syiʻah Ithna ʻAsyariyah. Secara umum para ulama Ahlussunnah menafsirkan makna Uli al-Amri dengan pemimpin atau yang memegang kendali kekuasaan dan ulama dengan tidak sampai pada tingkat kemaksuman, dan perintahnya tidak mutlak. Penafsiran ini berbeda dengan ulama Syiʻah, mereka (ulama Syiʻah) menafsirkan makna Uli al-Amri dengan para Imam suci (maʻṣūm). Perbedaan ini menurut penulis sangat menarik untuk dikaji. Dalam penelitian ini, penulis akan mencoba untuk mengkaji bagaimana makna Uli al-Amri di dalam Alquran melalui penafsiran ulama Ahlussunnah Wal Jamaʻah dan Syiʻah Ithna ʻAsyariyah dan bagaimana pula letak persamaan dan perbedaan antara ulama Ahlussunnah Wal Jamaʻah dan Syiʻah Ithna ʻAsyariyah menyangkut sumber-sumber penafsiran, metodologi dan implementasinya terhadap makna Uli al-Amri. Penelitian ini menggunakan metode muqaran (komparatif) deskriptif, historis dan analisi-sintesis. Dengan menggunakan metode-metode ini, penulis akan mengkaji makna Uli al-Amri serta persamaan dan perbedaannya secara rinci dari masing-masing mazhab baik itu mazhab Ahlussunnah Wal Jamaʻah maupun mazhab Syiʻah Ithna ʻAsyariyah. Setelah menelaah penelitian ini, penulis mendapati yang dimaksud dengan Uli al-Amri menurut penafsiran ulama Ahlussunnah adalah sebagai para pemegang kekuasaan dan ulama. Adapun Uli al-Amri dalam penafsiran ulama Syiʻah adalah para Imam maksum. Kemudian dalam persamaannya, kedua mazhab sama-sama menggunakan metode taḥlili, hal ini apabila bertitik tolak pada pandangan al-Farmawi yang membagi metode penafsiran pada taḥlili, ijmāli, muqāran dan mawḍūʻi. Selain itu, kedua mazhab juga sama-sama menggunakan hadis-hadis sebagai sumber penafsiran Uli al-Amri mereka. Adapun perbedaannya adalah selain dari hadis-hadis, ulama Syiʻah Ithna ʻAsyariyah menggunakan beberapa ayat Alquran sebagai pendukung penafsiran Uli al-Amri mereka dan adanya perbedaan antara ulama Ahlussunnah Wal Jamaʻah dan Syiʻah Ithna ʻAsyariyah dalam mengimplementasi makna Uli al-Amri. Ulama Ahlussunnah Wal Jamaʻah mengimplementasikan makna tersebut sebagai para pemegang kekuasaan dan ulama yang sifatnya kondisional atau tidak mutlak, sedangkan ulama Syiʻah Ithna ʻAsyariyah sebagai para Imam maksum yang wajib menaatinya dalam kondisi bagaimana pun atau bersifat mutlak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Maizuddin M.Ag 2. Nuraini M.Ag
Uncontrolled Keywords: Uli Al-Amri, Penafsiran, Ahlussunnah Wal Jama'ah, Syi'ah Ithna 'Asyariyah
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.3 Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: sayed mahadhir muhammad al- idrus
Date Deposited: 12 May 2018 04:49
Last Modified: 12 May 2018 04:49
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/3815

Actions (login required)

View Item View Item
TOP