Penggandaan Buku oleh Pengusaha Photocopy Tanpa Izin Pemegang Hak Cipta dalam Perspektif Hak Ibtikâr (Suatu Penelitian di Kecamatan Syiah Kuala)

Muhammad Nazar, 121309905 (2018) Penggandaan Buku oleh Pengusaha Photocopy Tanpa Izin Pemegang Hak Cipta dalam Perspektif Hak Ibtikâr (Suatu Penelitian di Kecamatan Syiah Kuala). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Hak Ibtikar)
MUHAMMAD NAZAR.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (5MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Form B dan Form D.pdf

Download (543kB) | Preview

Abstract

Haq al-ibtikâr sebagai hasil karya cipta yang harus diproteksi dapat digunakan oleh pemegang hak cipta untuk kepentingan komersil dan sosial, namun sampai saat ini pelanggaran terhadap hak cipta khususnya di Aceh dan umumnya di Indonesia masih sering terjadi dan meresahkan pemegang hak cipta. Penegakan Undang-Undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014 masih sebatas formalitas dan belum sampai pada tataran melindungi dan memproteksi pemilik hak cipta. Di antara pelanggaran hak cipta yang sangat lazim dilakukan seperti duplikasi dan penggandaan buku oleh pengusaha photo copy. Pengusaha photocopy melakukan duplikasi buku sebagai lahan bisnis tanpa seizin dari penulis maupun penerbitnya, sementara aparat hukum di Indonesia hampir tidak melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran hak cipta. Adapun fokus penelitian dengan rumusan masalah yaitu mengapa pengusaha photocopy di Kec. Syiah Kuala melakukan penggandaan buku tanpa seizin pemegang hak cipta, dan bagaimana konsekuensi penggandaan buku tersebut, serta perspektif hukum Islam terhadap penggandaan buku yang dilakukan oleh pihak photocopy. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan memaparkan fakta dari objek penelitian, pengumpulan data dilakukan dengan penelitian pustaka (library research) dan lapangan (field research), teknik pengumpulan data dengan wawancara dan observasi usaha photocopy di Kec. Syiah Kuala. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa pengusaha photocopy di Kec. Syiah Kuala melakukan duplikasi buku tanpa seizin pemegang hak cipta karena permintaan konsumen dari kalangan pelajar, mahasiswa dan masyarakat lainnya. Konsumen membawa buku yang akan digandakan dan bukan pengusaha yang menyediakan bukunya, duplikasi juga bersifat terbatas. Penggandaan buku dilakukan pengusaha biasanya hanya beberapa lembar atau hanya 1 buku saja meskipun ada juga beberapa eksemplar, dan bukan pengusaha photo copy menjual ke konsumen, hal ini biasanya lumrah dilakukan karena buku yang dibutuhkan tidak tersedia lagi di pasaran. Dalam ketentuan hukum Indonesia duplikasi tanpa seizin pemegang hak cipta atau tanpa hak dapat dipidana, dalam Islam juga bertentangan dengan maqashid syari’ah karena buku merupakan kekayaan si pengarang. Sehingga.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : 1. Dr. H. Muhammad Maulana, M.Ag; 2. Syuhada, S.Ag., M.Ag
Uncontrolled Keywords: Haqq, Ibtikâr, Pnggandaan, Hak Cipta
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat > 2X4.29 Aspek Muamalat Lainnya
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Muhammad Nazar
Date Deposited: 11 May 2018 08:56
Last Modified: 11 May 2018 08:56
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/3846

Actions (login required)

View Item View Item
TOP