Kewajiban Pengembalian Mahar Berganda Karena Pembatalan Khitbah dalam Pandangan Islam (Analisis terhadap Persepsi dan Praktek Masyarakat Kuta Baro Aceh Besar)

Arif Afandi, 111 209 215 (2017) Kewajiban Pengembalian Mahar Berganda Karena Pembatalan Khitbah dalam Pandangan Islam (Analisis terhadap Persepsi dan Praktek Masyarakat Kuta Baro Aceh Besar). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Kewajiban Pengembalian Mahar Berganda)
Arif AfandiUntitled.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Khitbah adalah mengungkapkan keinginan untuk menikah dengan seorang perempuan tertentu dan memberitahukan keinginan tersebut kepada perempuan dan walinya. Jika si perempuan yang hendak dikhitbah dan keluarganya setuju maka khitbah dinyatakan sah, ketika khitbah yang dilakukan diterima adakalanya calon mempelai laki-laki membawa pemberian yang tujuannya untuk mahar baik sebagian maupun seluruhnya dari jumlah mahar sehingga ketika terjadi pembatalan khitbah oleh calon mempelai perempuan fuqaha sepakat bahwa calon mempelai perempuan harus mengembalikan pemberian tersebut. Berbeda halnya pada masyarakat Kuta Baro Aceh Besar ketika terjadi pembatalan khitbah oleh calon mempelai perempuan maka pemberian yang pernah diberikan oleh calon mempelai laki-laki yang tujuannya untuk mahar maka calon mempelai perempuan harus mengembalikannya secara berganda. Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini adalah bagaimana praktek pengembalian mahar karena pembatalan khitbah pada masyarakat Kuta Baro Aceh Besar dan bagaimana pandangan Islam terhadap praktek pengembalian mahar karena pembatalan khitbah pada masyarakat Kuta Baro Aceh Besar. Dalam penelitian penulis menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu metode dengan menggambarkan objek dan dianalisa dari data-data yang diperoleh di lapangan yaitu data yang diperoleh pada masyarakat Kuta Baro Aceh Besar kemudian tehnik penelitian dalam skiripsi ini ialah penelitian lapangan dan kepustakaan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa praktek pengembalian mahar karena pembatalan khitbah pada masyarakat Kuta Baro Aceh Besar dilakukan dengan mengembalikan pemberian yang tujuannya untuk mahar dua kali lipat (ganda) yang pernah diberikan oleh calon mempelai laki-laki ketika mengkhitbahnya. Dikembalikannya pemberian tersebut dua kali lipat atau ganda apabila pembatalan khitbah itu dilakukan oleh pihak calon mempelai perempuan dan pandangan hukum Islam terhadap pembatalan khitbah oleh calon mempelai perempuan dengan membayar pemberian dua kali lipat yang biasa berlaku di masyarakat Kuta Baro Aceh Besar merupakan hukuman ta’zir yang berupa harta (denda) dua kali lipat pemberian, karena bentuk dari ingkar janji atau melanggarnya dari pihak perempuan terhadap perjanjian untuk melaksanakan pernikahan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1.Dr. Bismi Khalidin, S.Ag., M.Si 2.Saifuddin Sa’dan M.Ag
Uncontrolled Keywords: Kewajiban Pengembalian Mahar, Mahar Berganda,Hukum Islam
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.3 Hukum Perkawinan (Munakahat) > 2X4.313 Maskawin
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Keluarga
Depositing User: Users 2717 not found.
Date Deposited: 21 Jun 2018 10:13
Last Modified: 25 Jun 2018 08:40
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/3905

Actions (login required)

View Item View Item
TOP