Perbudakan Menurut Sayyid Quṭb dalam Tafsir FīẓilᾹl Al-Qur’Ᾱn

Nurul Fitri, 341303397 (2018) Perbudakan Menurut Sayyid Quṭb dalam Tafsir FīẓilᾹl Al-Qur’Ᾱn. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Perbudakan Menurut Sayyid Quṭb)
Nurul Fitri.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Form B dan Form D.pdf

Download (518kB) | Preview

Abstract

Budak merupakan orang yang tidak memiliki kemerdekaan dalam kehidupannya atau orang yang bernasib sebagai benda yang di perjualbelikan bagaikan barang dagangan. Mereka diperlakukan layaknya binatang. Sedangakan dalam al-Qur’an budak disebut sebagai hamba sahaya. Sejarah mencatat bahwa budak sudah ada sebelum Islam datang. Setelah datangnya Islam, Islam melarang seluruh bentuk praktik perbudakan yang terkandung di dalamnya hanya berupa seruan memerintahkan untuk memerdekakannya. Islam tidak membedakan warna kulit dan suku, semua sama derajatnya dihadapan Allah swt. Islam tidak membenarkan perbudakan yang merendahkan harkat dan martabat kemanusian. Masalah inilah yang melatar belakangi penelitian ini sehingga penulis merumuskan dua rumusan masalah yaitu bagaimana penafsiran perbudakan menurut Sayyid Quṭb dalam Tafsir Fī Ẓilāl al-Qur’ān dan bagaimana cara pembebasan budak menurut Sayyid Quṭb dalam Tafsir Fī Ẓilāl al-Qur’ān. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode mauḍū’i (tematik), yaitu metode yang menghimpun ayat-ayat alQur’an yang mempunyai maksud yang sama. Penelitian ini penulis menggunakan penelitian kepustakaan (library research), yaitu dengan mengumpulkan data dengan cara penelaahan literatur baik yang berasal dari kitab-kitab, buku, jurnal, artikel dan bahan bacaan lainnya yang mendukung pembahasan ini. Data primer yang penulis gunakan adalah Tafsir FīẒilāl al-Qur’ān. Sedangkan untuk data sekundernya penulis menggunakan beberapa literatur lain meliputi buku-buku, jurnal, maupun karya ilmiah lainnya yang berkaitan dengan perbudakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penafsiran perbudakan dalam Tafsir FīẒilāl al-Qur’ān adalah suatu persoalan perbudakan seluruhnya merupakan persoalan darurat (keterpaksaan) yang kontemporer bahwasanya kondisi darurat yang memperbolehkan perbudakan dalam peperangan seperti hal nya memperboleh menikah dengan wanita budak. Perbudakan dalam pandangan Sayyid Quṭb adalah budak yang diperoleh sebagai tawanan di dalam perang fī sabīlillah, hanya dengan perang inilah satu-satunya di akui dalam Islam. Sedangkan cara pembebasan budak menurut Sayyid Quṭb dalam Tafsir Fī Ẓilāl al-Qur’ān adalah menetapkan kemerdekaan budak berbagai jenis kafarat seperti memerdekakan budak sebelum menggauli istri yang di haramkan kepada dirinya melalui zhihar, dan membebaskannya dengan menggunakan harta apapun yang dimaksud hasilnya sama.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1.Dr. Abd. Wahid, S.Ag, M.Ag 2.Suarni, S.Ag, MA
Uncontrolled Keywords: Perbudakan, Sayyid Quṭb, Tafsir FīẓilᾹl Al-Qur’Ᾱn
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.3 Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: NUrul Fitri
Date Deposited: 24 May 2018 03:55
Last Modified: 24 May 2018 03:55
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/3934

Actions (login required)

View Item View Item
TOP