Penyebutan Kata Tasbih di Awal Surah-surah AL-Qur'an

Syarifah Salsabila, 341303377 (2018) Penyebutan Kata Tasbih di Awal Surah-surah AL-Qur'an. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Kata-kata Tasbih)
Syarifah Salsabila Pdf.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Form B dan Form D.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penyebutan kata tasbih di awal surah-surah al-Quran memiliki perbedaan di masing-masing posisi di dalam al-Quran. Di dalam al-Quran, ada tujuh surah yang dimulai dari akar kata sabbaha dan dalam berbagai bentuk. Bentuk-bentuk tersebut terdiri dari empat bentuk yaitu Subhāna (maṣdar) pada surah al-Isra ayat 1, Sabbaha (fi‘l māḍi) pada surah al-Hadid ayat 1, Hasyr ayat 1, dan al-Shaf ayat 1, Yusabbihu (fi‘l muḍāri‘) pada surah al-Jumuah ayat 1 dan al-Taghabun ayat 1, dan Sabbih (fi‘l al- amr) pada surah al-A’la ayat 1. Kata Tasbih merupakan maṣdar dari kata sabbaha yang bermakna menjauhkan Allah dari sifat-sifat buruk.Tasbih ialah membebaskan Allah Swt. dari keburukan, perbuatan, atau semua sifat tidak layak dengan kebesaran keagungan, rahmat, dan kemahakuasaan-Nya. Kata tasbih dan variasinya disebut sebanyak 92 kali di dalam al-Quran baik bentuk fi‘l māḍi, fi‘l muḍāri‘, fi‘l al-amr, maṣdar, jama‘ muzakkar sālim, dan lain-lainnya. Penelitian ini bertujuan mencari klarifikasi ungkapan tasbih dalam berbagai bentuk dan mencari beberapa pendapat mufassir terhadap perbedaan ungkapan tasbih di awal surah-surah al-Quran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode mauḍū‘i (tematik). Teknik analisis penelitian ini ialah content analysis dan deskriptif. Jenis penelitian bersifat studi kepustakaan (library research). Sumber data primer penelitian ini ialah kitab-kitab tafsir seperti Tafsīr mafātih al-Ghayb, kitab Tafsīr al-Misbah, Tafsīr Sayyid Quṭb, Tafsīr Wahbah al-Zuhayli, dan Tafsīr al-Qurṭubi. Sumber data sekunder dalam penelitian ini ialah buku Metode Penafsiran al-Quran, buku serta data pendukung lain juga diperoleh dari buku-buku dan jurnal yang berkaitan dengan pembahasan kata tasbih. Hasil penelitian menunjukkan kata tasbih dengan menggunakan maṣdar berfungsi sebagai penegasan. Kata tasbih dengan menggunakan fi‘l māḍi bermakna dari dulu hingga sekarang seluruh makhluk di muka bumi dan langit bertasbih. Kata tasbih dengan menggunakan fi‘l muḍāri‘ tidak hanya berfungsi zaman kini dan akan datang, tetapi juga berfungsi sebagai masa lampau dan perbuatan bertasbih dilakukan secara berulang-ulang. Kata tasbih dengan menggunakan fi‘l al-amr sebagai peringatan untuk senantiasa bertasbih baik di luar waktu ṣalat maupun di dalam waktu salat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : 1.Dr. Salman Abdul Muthalib, M. Ag 2.Furqan, Lc, MA
Uncontrolled Keywords: Tasbih, Maṣdar, Fi‘l Māḍi, Fi‘l Muḍāri‘, Fi‘l al-Amr
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.3 Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Syarifah Salsabila
Date Deposited: 31 May 2018 04:12
Last Modified: 31 May 2018 04:12
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/3966

Actions (login required)

View Item View Item
TOP