Tinjauan Hukum Islam terhadap Pengabaian Kewajiban oleh Istri karena Nusyuz Suami (Studi Penafsiran Imam Al-Thabari terhadap Ayat 128 Surat Al-Nisa')

Maya Sari, 111309747 (2017) Tinjauan Hukum Islam terhadap Pengabaian Kewajiban oleh Istri karena Nusyuz Suami (Studi Penafsiran Imam Al-Thabari terhadap Ayat 128 Surat Al-Nisa'). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Nusyuz Suami)
Maya Sari.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (626kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Form B dan Form D.pdf

Download (207kB) | Preview

Abstract

Nusyuz merupakan sikap tidak patuh dari salah seorang suami atau istri berupa tindakan mengabaikan kewajiban sebagai pasangan serta berlaku kurang baik secara lisan maupun perbuatan. Pada perkawinan dalam Islam setiap suami istri dibebankan suatu kewajiban, sehingga ketika seorang suami atau istri yang mengabaikan kewajibannya maka dianggap telah nusyuz sebagaimana dijelaskan pada Q.S. Al-Nisa' ayat 34 untuk Istri yang nusyuz dan Q.S. Al-Nisa' ayat 128 untuk suami yang nusyuz. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua persoalan pokok, yaitu bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pengabaian kewajiban Istri terhadap suami yang nusyuz dan bagaimana penafsiran Imam Al-Thabari terhadap ayat 128 surat Al-Nisa'. Untuk memperoleh jawaban tersebut penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data primer dan data skunder. Maka penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kepustakaan (Library Research). Berdasarkan hasil kajian dan penelaahan yang dilakukan dalam literatur fiqh dan Tafsir Al-Thabari, seorang istri tidak boleh mengabaikan kewajibannya terhadap suami meskipun suaminya telah nusyuz karena tidak ada anjuran tersebut dalam Q.S. Al-Nisa' ayat 128 mengenai solusi nusyuz suami, kecuali membuat kesepakatan mengurangi hak dan kewajiban masing-masing sebagai jalan perdamaian. Berdasarkan penafsiran Imam Al-Thabari pada Q.S. AlNisa' ayat 128 bahwasanya seorang suami mulai bersikap nusyuz di sebabkan oleh beberapa faktor yaitu; istrinya sudah tua, wajahnya tidak mempesona lagi dan istri mandul tidak bisa memberi keturunan. Sehingga suami bersikap acuh dan berpaling darinya serta ingin berpoligami. Pada ayat tersebut Al-Thabari menjelaskan solusi bagaimana sikap seorang isteri ketika suaminya tidak memenuhi hak-hak isterinya, yaitu seorang isteri dibolehkan untuk mengurangi sebagian hak suami yaitu meninggalkan jatahnya bersama suami atau meninggalkan sebagian kewajibannya yang menjadi hak suami tetapi tetap berlaku baik padanya, karena meninggalkan sebagian haknya dengan tetap menghormatinya itu lebih menjaga sebuah akad pernikahan dari pada harus meminta perpisahan atau talak. Dan jalan lainnya adalah mengajukan khuluk (khul) dengan kesediaan membayar ganti rugi kepada suaminya sehingga suaminya menjatuhkan talak

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1.Dr. H. Nasaiy Aziz, M.Ag 2.Misran, S.Ag., M.Ag
Uncontrolled Keywords: Pengabaian Kewajiban, Nusyuz, dan Ayat 128 Surat Al-Nisa'
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.3 Hukum Perkawinan (Munakahat) > 2X4.32 Nusyuz dan Syiqaq
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Keluarga
Depositing User: Maya Sari
Date Deposited: 08 Jun 2018 03:55
Last Modified: 08 Jun 2018 03:55
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/4064

Actions (login required)

View Item View Item
TOP