Etika Komunikasi Bisnis Islam (Study Penamaan Nasi Goreng “Setan” di Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Kabupaten Banda Aceh)”.

Rosilawati, 411206625 (2017) Etika Komunikasi Bisnis Islam (Study Penamaan Nasi Goreng “Setan” di Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Kabupaten Banda Aceh)”. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Etika Komunikasi Bisnis Islam)
ROSILAWATI.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Form B dan Form D.PDF

Download (213kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini diberi judul “Etika Komunikasi Bisnis Islam (Study Penamaan Nasi Goreng “Setan” di Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Kabupaten Banda Aceh)”. Fokus pembahasan pada penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui makna dari nama nasi goreng “setan” dalam perspektif komunikasi bisnis Islam, Kedua, untuk mengetahui pandangan Islam terhadap etika komunikasi bisnis terhadap pemberian nama nasi goreng “setan”, Ketiga, untuk mengetahui alasan penamaan nasi goreng setan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara (interview), dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Nasi Goreng “setan” pada awalnya bernama Nasi Goreng Berlevel Pedas, nama Nasi Goreng Berlevel Pedas di robah oleh salah seorang pembeli dari kalangan mahasiswa universitas Unsyiah Fakultas Kedokteran Gigi menjadi Nasi Goreng “setan”. Kedua, Efektifitas nasi goreng “setan” sebagai pesan etika komunikasi bisnis Islam kurang efektif dikarenakan masyarakat tidak setuju dengan penamaan nasi goreng “setan”. Dominan warga Banda Aceh yang menjadi konsumen nasi goreng “setan” dikarenakan panasaran akan cita rasanya. Ketiga, Adapun alasan atas penamaan nasi setan karena sudah terkenal dan banyak di minati dari berbagai kalangan masyarakat. Keempat, Konsumen nasi goreng “setan” melakukan aktifitas jual beli di karenakan beberapa faktor penyebab yaitu lokasi usaha Warung Buk Lin mudah terjangkau, proses penyajian nasi goreng “setan” yang cepat, memiliki cita rasa yang unik, harga nasi goreng “setan” lumayan murah sesuai dengan kemampuan ekonomi konsumen dan juga menjadi faktor pemicu pelayanan yang di berikan baik terhadap pembeli. Kelima, Proses komunikasi yang dilakukan penjual bahkan karyawan Warung Buk Lin kepada pembeli nasi goreng “setan” terlihat sangat sopan, dikarenakan penjual yang ramah tamah serta berinteraksi dengan baik terhadap pembeli atau konsumen.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing 1.Zainuddin,T.S.Ag.,M.Si 2.Syahril Furqany, M.I.Kom
Uncontrolled Keywords: etika, komunikasi, bisnis, islam
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X6 Sosial dan Budaya
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Rosilawati
Date Deposited: 18 Jul 2018 10:09
Last Modified: 18 Jul 2018 10:09
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/4151

Actions (login required)

View Item View Item
TOP