Sistem Bagi Hasil dalam Pengelolaan Mesin Padi Keliling Dikalangan Masyarakat Kuta Baro Menurut Konsep Mudharabah

Safira Mistaqillah, 140102001 (2018) Sistem Bagi Hasil dalam Pengelolaan Mesin Padi Keliling Dikalangan Masyarakat Kuta Baro Menurut Konsep Mudharabah. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Sistem Bagi Hasil)
Safira Mistaqillah.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (716kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Membahas tentang Sistem Bagi Hasil)
Form B dan Form D.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (655kB) | Preview

Abstract

Sistem bagi hasil merupakan sistem pengolahan dana dalam perekonomian Islam yakni pembagian hasil usaha antara pemilik modal (Shahibul mal) dan pengelola (Mudharib) dalam melakukanperjanjian atau ikatan bersama guna melakukan kegiatan usaha. Dalam usaha tersebut diperjanjikan adanya pembagian hasil atas keuntungan yang akan di dapat antara kedua belah pihak. Pada penerapannya prinsip yang digunakan dalam sistem bagi hasil salah satunya adalah konsep mudharabah. Penelitian ini bertujuan menjawab dua pertanyaan yaitu Bagaimana pelaksanaan sistem bagi hasil pada usaha pengelolaan mesin padi keliling dikalangan masyarakat Kuta Baro dan Bagaimana tinjauan konsep mudharabah terhadap sistem bagi hasil mesin padi keliling dikalangan masyarakat Kuta Baro. Adapun jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis, penulis berupaya untuk memperoleh keterangan, informasi atau bukti-bukti yang diperlukan dalam penelitian. Dari penelitian yang dilakukan penulis dapat disimpulkan bahwa Pelaksanaan sistem bagi hasil mesin padi keliling di Kecamatan Kuta Baro menggunakan sistem profit sharing yaitu sistem pembagian hasilnya dihitung berdasarkan jumlah yang diperoleh oleh pengelola dengan mengkalkulasikan terlebih dahulu biaya-biaya yang dikeluarkan dalam operasional usaha penggilingan padi keliling tersebut. Dengan porsi nisbah dibagi sepertiga yakni 33,3 % untuk pemilik, 33,3 % untuk mesin dan 33,3 % untuk pengelola.Menurut perspektif Fiqh Muamalah yang dipraktikkan usaha mesin padi keliling belum sepenuhnya sesuai dengan konsep mudharabah. Hal ini dikarenakan pada pembagian resiko yang dilakukan oleh pihak pemilik mesin tidak mengikuti teori mudharabah dalam konsep Fiqh Muamalah. Alasannya, ketika terjadi kerugian yang bukan diakibatkan oleh kelalaian atau kesalahan pihak pengelola, maka pengelola juga diharuskan untuk menanggung kerugian tersebut bersama-sama dengan pihak pemilik mesin. Hal tersebut berbeda dengan konsep mudharabah yang sesungguhnya, dimana kerjasama yang dilakukan antara pihak pemilik modal dengan pengelola menggunakan prinsip bagi hasil dan apabila terjadi kerugian akan menjadi tanggung jawab pihak pemodal sepenuhnya selama kerugian tersebut bukan diakibatkan oleh kelalaian atau kesengajaan pihak pengelola.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1.Dr. Hj. Soraya Devy, M.Ag 2.Muhammad Iqbal, MM
Uncontrolled Keywords: Bagi Hasil, Mesin Padi Keliling dan Mudharabah
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat > 2X4.242 Mudharabah (Bagi Hasil/Sirkah Modal dan Tenaga)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Safira Mistaqillah
Date Deposited: 01 Oct 2018 08:23
Last Modified: 01 Oct 2018 08:23
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/5164

Actions (login required)

View Item View Item
TOP