Pengaturan Pengkaplingan Tanah Sempadan oleh Pemerintah pada Pemilik Usaha di Tinjau dari Perspektif Milk Al-Daulah Studi Kasus di Kota Banda Aceh)

Lia Novita Sari, 150102187 (2018) Pengaturan Pengkaplingan Tanah Sempadan oleh Pemerintah pada Pemilik Usaha di Tinjau dari Perspektif Milk Al-Daulah Studi Kasus di Kota Banda Aceh). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Tanah)
Lia Novita Sari.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (633kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Membahas tentang Tanah)
Form B dan Form D.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Pertumbuhan ekonomi di Kota Banda Aceh yang semakin meningkat mengakibatkan dibutuhkan banyak ruang. Fenomena pengkaplingan tanah sempadan yang dilakukan pemilik usaha menjadi permasalahan saat ini. Banyak pemilik usaha yang menguasai tanah negara yang diperuntukkan untuk publik namun digunakan untuk kepentingan pribadinya. Padahal area tanah sempadan tersebut seharusnya digunakan untuk pejalan kaki dan parkir kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, Pertama; bagaimana langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemerintah untuk melakukan pengaturan pengkaplingan tanah sempadan pada pemilik usaha di wilayah Kota Banda Aceh. Kedua; bagaimana tinjauan Milk al-Daulah terhadap pengaturan pengkaplingan tanah sempadan pada pemilik usaha di wilayah Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode kualitatif. Tekhnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemerintah dalam pengaturan pengkaplingan tanah sempadan yang dilakukan pemilik usaha adalah dilakukan secara bertahap, mulai dari pengawasan, memberikan teguran secara lisan maupun tulisan, memanggil pihak pemilik usaha untuk membuat surat penyataan serta melakukan tindakan pembongkaran terhadap penggunaan area tanah sempadan. Pengkaplingan tanah sempadan merupakan perbuatan yang salah dan melanggar hukum jika ditinjau dalam konsep Milk al-Daulah dan Peraturan Walikota Banda Aceh Nomor44 Tahun 2010 karena mengganggu ketertiban umum, menzalimi hak pengguna jalan dan pejalan kaki, memberikan kemudharatan terhadap lingkungan sekitar dan mengurangi keindahan tata kota.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : 1. Dr. Bismi Khalidin, S.Ag., M.Si; Faisal Fauzan, S.E., M.Si, Ak., CA
Uncontrolled Keywords: Kapling, Tanah Sempadan, Milk Al-Daulah
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat > 2X4.232 Tanah
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Lia Novita Sari
Date Deposited: 10 Oct 2018 02:12
Last Modified: 10 Oct 2018 02:12
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/5226

Actions (login required)

View Item View Item
TOP