Analisis Sewa-Menyewa Pihak Ketiga dalam Perspektif Akad Ijarah bi al-Manfa’ah (Studi Kasus di Kota Banda Aceh)

Hafizh Furqan, 140102152 (2018) Analisis Sewa-Menyewa Pihak Ketiga dalam Perspektif Akad Ijarah bi al-Manfa’ah (Studi Kasus di Kota Banda Aceh). Skripsi thesis, UIN Ar- Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Analisis Sewa-Menyewa)
Hafizh Furqan.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text (L, Membahas tentang Analisis Sewa-Menyewa)
Form B dan Form D.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Pertumbuhan penduduk di Kota Banda Aceh yang semakin pesat mengakibatkan kebutuhan akan rumah juga semakin meningkat. Salah satu opsi untuk mengatasi masalah tersebut Pemerintah Kota Banda Aceh membangun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Gampong Keudah. Dengan adanya Rumah Susun terjadilah praktik perjanjian sewa-menyewa antara pihak penyewa dengan pihak Rusunawa. Banyaknya pendatang musiman mempengaruhi pelaksanaan sewa-menyewa tersebut. Permasalahannya adalah pihak penyewa menyewakan rumah susun sebagai objek sewa kepada pihak lain. Padahal di dalam kontrak tertulis telah disebutkan pasal-pasal mengenai hak dan kewajiban antara pihak penyewa dengan pemberi sewa. Ketika salah satu pihak melanggar pasal-pasal tertulis maka pihak tersebut telah melakukan pelanggaran kontrak atau wan prestasi. Dalam permasalahan tujuan penulis adalah untuk mengetahui bagaimana perjanjian dan prosedur praktik sewa-menyewa Rusunawa, faktor-faktor terjadinya sewa-menyewa pihak ketiga dan bagaimana perspektif akad ijarah bi al-manfa’ah terhadap sewa-menyewa pihak ketiga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang berbentuk deskriptif analisis. Hasil kajian dari pengumpulan data lapangan yang dilakukan dengan wawancara dan observasi menunjukkan bahwa perjanjian sewa-menyewa di UPTD Rusunawa Gampong Keudah dilakukan dengan perjanjian tertulis. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya wan prestasi sewa-menyewa pihak ketiga meliputi faktor eksternal yaitu faktor force majeure dan faktor internal yaitu faktor kebiasaan dan faktor waktu. Dalam perspektif akad ijarah bi al-manfa’ah mayoritas ulama berpendapat hukum sewa-menyewa pihak ketiga tidak dibolehkan kecuali objek sewanya telah qabd. Hal tersebut sesuai dengan kontrak tertulis dalam perjanjian antara pihak penyewa dengan pihak pemberi sewa bahwa tidak ada pihak lain atau pengalihan objek sewa.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Dr. Tarmizi M. Jakfar, M. Ag 2. Faisal Fauzan, SE., M.Si., Ak., CA
Uncontrolled Keywords: Sewa-menyewa, pihak ketiga, ijarah bi al-manfa’ah, Rusunawa
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat > 2X4.223 Sewa Menyewa (Ijarah)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Hafizh Furqan
Date Deposited: 10 Oct 2018 03:32
Last Modified: 10 Oct 2018 03:32
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/5360

Actions (login required)

View Item View Item
TOP