Isrā'īliyyāt dalam Kisah Hārūt dan Mārūt menurut Para Mufassir

Uswatun Hasanah M Nasir, 341303416 (2018) Isrā'īliyyāt dalam Kisah Hārūt dan Mārūt menurut Para Mufassir. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Isrā'īliyyāt dalam Kisah Hārūt dan Mārūt menurut Para Mufassir)
Uswatun Hasanah.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Membahas tentang Isrā'īliyyāt dalam Kisah Hārūt dan Mārūt menurut Para Mufassir)
Form B dan Form D.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (450kB) | Preview

Abstract

Dalam al-Quran, terdapat bermacam-macam kisah yang diterangkan oleh Allah agar manusia dapat mengambil pelajaran daripadanya. Salah satunya adalah kisah Hārūt dan Mārūt di negeri Babilonia, sebuah kota di Irak yang mempunyai sejarah masa lalu yang gemilang. Hārūt dan Mārūt adalah dua orang malaikat yang diturunkan oleh Allah ke bumi. Kisah keduanya disebutkan dalam al-Quran surat al-Baqarah ayat 102. Mengenai ayat ini timbul beberapa penafsiran dan pendapat tentang Hārūt dan Mārūt. Penulis meneliti dan mengkaji lebih dalam mengenai beberapa penafsiran dan pendapat mufasir dalam kisah Hārūt dan Mārūt serta berbagai macam riwayat isrā'īliyyāt yang terdapat pada kisah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penafsiran Hārūt dan Mārūt dalam al-Quran dan riwayat isrā'īliyyāt apa saja yang digunakan para mufasir tentang kisah Hārūt dan Mārūt tersebut. Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode maudhu'i (tematik), yaitu metode yang membahas ayat al-Quran sesuai dengan tema atau judul yang telah ditetapkan. Adapun hasil penelitian dari skripsi ini adalah penulis menemukan beberapa pendapat mufasir dalam menafsirkan kata (al-Malakaini) dalam surat al-Baqarah ayat 102. Terdapat dua qiraat pada kata tersebut, ada yang membacanya dengan qiraat hafas seperti yang terdapat dalam al-Quran, yaitu malakaini yang artinya dua malaikat, qiraat hafas adalah qiraat yang umum bagi al-Quran. Ada pula yang membacanya dengan qiraat Ibnu Abbas, Abu Aswad dan lain-lain, yaitu malikaini yang berarti dua raja. Penulis juga menemukan pendapat jumhur ulama secara umum yang menyatakan bahwa Hārūt dan Mārūt adalah dua malaikat yang diutus Allah di negeri Babilonia dalam bentuk rupa manusia dan dalam jenis laki-laki untuk mengajarkan sihir kepada manusia, sihir yang diajarkan itu berbeda dengan sihir yang dibacakan setan pada masa kerajaan Nabi Sulaiman, keduanya mendapat ilham dan petunjuk dari Allah tentang ilmu itu tanpa ada yang mengajarinya. Orang-orang pada masa itu dapat membedakan antara sihir dan mukjizat, hingga terhindari dari tipu muslihat para penyihir. Penulis juga menemukan beberapa riwayat tentang kisah Hārūt dan Mārūt, kisah tersebut banyak diceritakan oleh sejumlah ahli tafsir terdahulu maupun kontemporer. Menurut pendapat beberapa ulama, seperti Imam Baidhawi, Imam Abu Su'ud dan Imam Qadhi 'Iyadh menyatakan bahwa kisah Hārūt dan Mārūt tidak dapat dibenarkan sama sekali, kisah ini bersumber dari cerita-cerita orang Yahudi atau yang dikenal dengan sebutan isrā'īliyyāt, hanya cerita palsu dan dongeng semata. Kisah itu ditolak oleh mayoritas ahli hadis, para hafidz dan mufassir. Dalam al-Quran kisah tersebut dikemukakan secara global, tanpa penjelasan yang panjang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Dr. Muslim Djuned, M.Ag 2. Zulihafnani, S.TH.,MA
Uncontrolled Keywords: Isrā'īliyyāt, Kisah, Hārūt dan Mārūt
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.3 Tafsir Al-Qur'an > 2X1.321 Tafsir Bil Ma'stur
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Uswatun Hasanah M Nasir
Date Deposited: 18 Oct 2018 07:06
Last Modified: 18 Oct 2018 07:06
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/5470

Actions (login required)

View Item View Item
TOP