Tradisionalis vs Modernis; Masjid sebagai Kontestasi Wacana di Gampong Rapana Kabupaten Pidie

Nurhanisah, 140305081 (2018) Tradisionalis vs Modernis; Masjid sebagai Kontestasi Wacana di Gampong Rapana Kabupaten Pidie. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Perbandaingan Masjid Tradisionalis Vs Modernis)
Nurhanisah.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Membahas tentang Perbandaingan Masjid Tradisionalis Vs Modernis)
Form B dan Form D.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (951kB) | Preview

Abstract

Kasus perebutan masjid di Aceh tahun 2015 semakin sering dibicarakan seperti perebutan di Masjid Raya Banda Aceh, perebutan mimbar di Masjid Al-Izzah Krueng Mane dan lainnya. Hal tersebut tidak terlepas dari kelompok-kelompok yang ingin mengambil otoritas masjid dan ingin mengelola masjid sesuai dengan apa yang dianggap masing-masing kelompok benar. Begitu pula yang terjadi di masjid Gampong Rapana sehingga membuat penulis ingin mengkaji bagaimana proses kontestasi wacana, mengapa masjid dijadikan tempat kontestasi wacana serta wacana apa saja yang menjadi kontestasi antara kelompok tradisionalis dengan modernis di masjid Gampong Rapana. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian lapangan dengan metode kualitatif dengan jenis deskriptif dan menggunakan pendekatan sosiologis, dengan melakukan pengumpulan data melalui tahap observasi, wawancara mendalam serta dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan pertama, proses kontestasi yang terjadi di Gampong Rapana dipengaruhi oleh perkembangan keagamaan di Gampong Rapana yang memiliki latar pendidikan yang berbeda. Kelompok tradisionalis lebih dipengaruhi oleh sosok teungku dayah sedangkan kelompok modernis dipengaruhi oleh sosok ulama PUSA yaitu Teungku Abdullah Hanafiah. Perbedaan ini menjadi salah satu proses terjadinya kontestasi wacana. Kedua, kontestasi keagamaan yang terjadi antara kelompok tradisionalis dengan modernis memuncak ketika terjadinya perubahan-perubahan di masjid terkait jumlah rakaat shalat tarawih selama dua kali. Ketiga, wacana yang menjadi kontestasi antara keduanya selain masalah jumlah rakaat shalat tarawih adalah terkait tata cara shalat yang berbeda, berdoa di makam ulama dan pengalihan masjid kepada Yayasan Tgk Chik Hanafiah yang dikelola oleh kelompok modernis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kontestasi antara kelompok tradisionalis dengan kelompok modernis terjadi karena perbedaan pandangan diantara keduanya sehingga membuat masing-masing kelompok ingin melaksanakan tata pelaksanaan ibadah di masjid sesuai dengan apa yang dianggap oleh masing-masing kelompok benar.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Muhammad Sahlan, S. Ag., M. Si 2. Happy Saputra, S.Ag., M. Fil. I
Uncontrolled Keywords: Tradisionalis Vs Modernis, Masjid
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.06 Sosiologi Hukum Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Sosiologi Agama
Depositing User: Nurhanisah -
Date Deposited: 18 Oct 2018 06:20
Last Modified: 18 Oct 2018 06:20
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/5542

Actions (login required)

View Item View Item
TOP