Sistem Pembayaran Sewa Tanah pada Penambangan Emas Secara Tradisional di Kec. Sawang dalam Perspektif Akad Ijarah Bi Al-Manfa'ah

Mutia Arjayanda, 140102154 (2018) Sistem Pembayaran Sewa Tanah pada Penambangan Emas Secara Tradisional di Kec. Sawang dalam Perspektif Akad Ijarah Bi Al-Manfa'ah. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Sistem Pembayaran Sewa Tanah pada Penambangan Emas.)
Mutia Arjayanda.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Membahas tentang Sistem Pembayaran Sewa Tanah pada Penambangan Emas.)
Form B dan Form D.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (326kB) | Preview

Abstract

Praktek sewa-menyewa tanah di lokasi penambangan emas di gampong Panton Luas dilakukan oleh masyarakat yang berprofesi sebagai penambang dengan pihak pemilik lahan, karena eksplorasinya harus dilakukan secara legal. Pembayaran sewa lahan galian batuan mengandung emas dilakukan dengan menggunakan bebatuan hasil galian yang dibagi antara pihak penambang dengan pihak pemilik lahan. Namun pembayaran sewa dengan batuan merupakan cost yang tidak ada kepastian nilainya bahkan tidak dapat diestimasikan nilai atau kadar emasnya sebagai biaya sewa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui mekanisme penetapan harga sewa tanah pada penambangan emas secara tradisional di kecamatan Sawang, bagaimana ketentuan dan kesepakatan dalam pengambilan manfaat atas sewa tanah pada penambangan emas secara tradisional di kecamatan Sawang serta bagaimana perspektif akad ijārah bi al-manfa'ah terhadap praktik sewa-menyewa tanah pada penambangan emas secara tradisional di kecamatan Sawang. Dalam penelitian skripsi ini digunakan jenis penelitian deskriptif analisis dengan metode pengumpulan data dengan library research dan field research.Teknik pengumpulan dengan wawancara dan observasi. Hasil analisis data yang diperoleh bahwa pembayaran sewa tanah dari lahan galian emas di gampong Panton Luas tidak ditetapkan pada saat akad sewa, ujrah yang dibayar pihak penggali bersifat relatif dan biasanya standar yang digunakan tiap sepuluh karung hasil eksplorasi dijatahkan untuk pemilik lahan sebanyak dua goni. Setelah pihak penggali mendapat izin untuk mengeksplor lahan, pihak pemilik lahan tidak membatasi wiayah eksplorasi dan kedalaman galian karena sepenuhnya diserahkan kepada pihak penggali untuk menambang emas di lahan yang yang diekspektasi mengandung logam mulia tersebut. Menurut konsep ijārah bi-al manfaah bentuk akad sewa lahan galian tersebut tidak memenuhi syarat karena para pihak tidak menetapkan ujrah tertentu, kesepakatan yang dibuat lebih mengedepankan sistem bagi hasil, dan hal tersebut lebih tepat dan mengutungkan bagi para pihak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Dr. Muhammad Maulana, M.Ag; 2. Badri, S.Hi.,MH
Uncontrolled Keywords: Sewa-Menyewa, Tanah, Ujrah, Ijarah Bi Al-Manfa'ah
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat > 2X4.223 Sewa Menyewa (Ijarah)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Mutia Arjayanda .
Date Deposited: 30 Oct 2018 16:50
Last Modified: 30 Oct 2018 16:50
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/5636

Actions (login required)

View Item View Item
TOP