Persepsi Masyarakat tentang Nusyuz serta Pengaruhnya terhadap Perceraian (Studi Kasus di Kecamatan Teupah Tengah Kabupaten Simeulue)

Ardawati, 140101072 (2018) Persepsi Masyarakat tentang Nusyuz serta Pengaruhnya terhadap Perceraian (Studi Kasus di Kecamatan Teupah Tengah Kabupaten Simeulue). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Menjelaskan tentang Nusyuz)
Ardawati.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Menjelaskan tentang Nusyuz)
Form B dan Form D.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (166kB) | Preview

Abstract

Dalam Islam, Allah mengatur tujuan pernikahan dan meletakkan hak-hak dan kewajiban bagi pasangan yang sudah melaksanakan akad. Salah satu kewajiban suami adalah memberi nafkah lahir dan batin kepada isteri, sebaliknya isteri mempunyai kewajiban taat dan patuh kepada suami dalam perkara yang tidak bertentangan dengan syari’at Islam. Apabila salah satu pasangan suami isteri tidak menjalankan kewajibannya, maka pasangan tersebut telah berbuat nusyuz. Nusyuz berasal dari salah satu pihak suami atau isteri, bukan keduanya secara bersama-sama. Nusyuz artinya durhaka atau tidak patuh. Islam mengatur langkah-langkah penyelesaian bagi suami atau isteri yang nusyuz sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 34 dan 128, tetapi apabila dengan langkah-langkah tersebut masalah tidak dapat terselesaikan baru dibolehkan suami atau isteri menempuh jalan lain, yaitu perceraian. Pertanyaaan penelitian dalam skripsi ini adalah bagaimana persepsi masyarakat tentang nusyuz, apakah faktor-aktor terjadinya nusyuz di kalangan masyarakat dan bagaimanakah dampak nusyuz terhadap perceraian di Kecamatan Teupah Tengah. Penelitian dalam skripsi ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan kualitatif kemudian dianalis dengan menggunakan analisis deskriptif. Dari hasil penelitian ini dapat dipahami bahwa sebagian masyarakat mengetahui konsep, bentuk serta penyelesaian bagi suami isteri yang nusyuz, namun sebagian yang lain hanya mengetahui dasar-dasarnya saja. Namun menurut sebagian masyarakat bahwa isteri nusyuz tetap mendapatkan nafkah dari suaminya, selama isteri belum diceraikan oleh suaminya. Untuk faktor-faktor yang menyebabkan nusyuznya suami isteri yakni faktor keuangan, faktor kejenuhan di antara pasangan suami isteri dan faktor kurangnya pengetahuan agama. Adapun pengaruh nusyuz terhadap perceraian yang terjadi di Kecamatan Teupah Tengah dalam rentang waktu tiga tahun (2015-2017) terdapat 7 (tujuh) kasus. Penyebab terjadinya perceraian ialah syiqaq atau perselisihan terus menerus di antara pasangan yang merupakan kondisi yang terjadi akibat terjadinya nusyuz, baik yang dilakukan oleh suami atau isteri dan tidak dapat diselesaikan dengan baik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Dr. Bismi Khalidin, S.Ag., M.Si 2. Israr Hirdayadi, Lc., MA
Uncontrolled Keywords: Persepsi Masyarakat, Nusyuz, Perceraian
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.3 Hukum Perkawinan (Munakahat) > 2X4.32 Nusyuz dan Syiqaq
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Keluarga
Depositing User: MS Ardawati AM
Date Deposited: 21 Dec 2018 09:47
Last Modified: 21 Dec 2018 09:47
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/5728

Actions (login required)

View Item View Item
TOP