Tinjauan Hukum Islam terhadap Penetapan Uang Hantaran menurut Adat Perkawinan di Daerah Taiping, Perak, Malaysia

Fatin Najwa Binti Kamaruddin, 111209688 (2018) Tinjauan Hukum Islam terhadap Penetapan Uang Hantaran menurut Adat Perkawinan di Daerah Taiping, Perak, Malaysia. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Adat Perkawinan)
Fatin Najwa Binti Kamaruddin.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Membahas tentang Adat Perkawinan)
Form B dan Form D.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (242kB) | Preview

Abstract

Uang hantaran adalah uang yang diberikan oleh pihak laki-laki kepada calon mertua untuk kebutuhan perkawinan yang memiliki dampak positif dan dampak negatifnya. Dampak negatif uang hantaran terlihat ketika ditetapkan pada jumlah yang tinggi pada calon laki-laki yang ekonominya menengah ke bawah dan memiliki berbagai tanggungan sehingga kesulitan untuk menabung. Tidak sedikit juga pasangan yang ingin mendirikan rumah tangga terpaksa menunda perkawinan akibat tingginya jumlah uang hantaran yang telah ditetapkan dari pihak perempuan. Pertanyaan penelitian dalam skripsi ini adalah apakah yang menjadi dasar penetapan uang hantaran menurut adat perkawinan di daerah Taiping, Perak, Malaysia dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap dasar penetapan uang hantaran menurut adat perkawinan di daerah Taiping, Perak, Malaysia. Dengan menggunakan metode penelitian lapangan, peneliti telah mengelompokkan data menjadi dua bentuk, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif ialah data hasil dari angket sedangkan data kualitatif ialah data hasil dari wawancara dan observasi. Kemudian dari data kuantitatif tersebut dibuat tabel kemudian dianalisa dan diambil kesimpulan sedangkan dari data kualitatif tersebut dihubungkan antara satu fakta dengan fakta sejenis, kemudian dianalisa dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Hasil penelitian ditemukan bahwa masyarakat di daerah Taiping, Perak, Malaysia semuanya mempraktekkan pemberian uang hantaran dan penetapannya dengan melihat pendidikan perempuan, pekerjaannya dan kebiasaan jumlah yang telah ditetapkan di kampung tersebut. Melihat kepada kaidah-kaidah fiqhiyyah yang telah digunakan dan melihat kepada dampak-dampak yang timbul dari penetapan uang hantaran yang tinggi serta bertentangnya dengan syarat ‘urf yang sahih bisa disimpulkan bahwa hukum uang hantaran yang tinggi tidak sesuai sebagaimana yang seharusnya berlaku. Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa penetapan uang hantaran yang tinggi telah membebankan laki-laki yang ekonominya menengah ke bawah dan yang memiliki tanggungan untuk melangsungkan pernikahan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : 1. Dr. H. Nasaiy Aziz, MA; 2. Gamal Akhyar, Lc, M.Sh
Uncontrolled Keywords: Tinjauan Hukum Islam, Penetapan Uang Hantaran
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.3 Hukum Perkawinan (Munakahat) > 2X4.313 Maskawin
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Keluarga
Depositing User: Fatin Najwa Binti Kamaruddin
Date Deposited: 08 Nov 2018 08:35
Last Modified: 08 Nov 2018 08:35
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/5754

Actions (login required)

View Item View Item
TOP