Analisis Penggunaan Pelat Modifikasi Kendaraan Bermotor Ditinjau Menurut Konsep Taşarruf Fī Isti’mal Al-māl dan UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Redha Maulana, 121209339 (2018) Analisis Penggunaan Pelat Modifikasi Kendaraan Bermotor Ditinjau Menurut Konsep Taşarruf Fī Isti’mal Al-māl dan UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Analisis Penggunaan Pelat Modifikasi Kendaraan Bermotor)
Redha Maulana.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Membahas tentang Analisis Penggunaan Pelat Modifikasi Kendaraan Bermotor)
Form B dan Form D.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penggunaan pelat kendaraan bermotor dalam sistem yurisdiksi NKRI yaitu Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009, dan PERKAP Nomor 5 Tahun 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor tercantum pada Pasal 39, ayat 5. Dengan ketentuan legal Formal tersebut setiap pemilik kendaraan bermotor harus mengikuti semua regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah, namun kenyataannya masih banyak pemilik kendaraan yang menggunakan pelat modifikasi dengan berbagai alasan dan argumentasi. Pertanyaan penelitian adalah bagaimana legalitas penggunaan pelat kendaraan bermotor hasil modifikasi dalam sistem yurisdiksi di Indonesia? bagaimana tindakan aparatur polisi lalu lintas terhadap modifikasi pelat kendaraan bermotor dan bagaimana perspektif konsep taşarruf fī isti’māl al- māl terhadap modifikasi pelat kendaraan tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian deskriptif dengan pemaparan data naratif, dengan metode pengumpulan data kepustakaan (library research), dan penelitian lapangan (field research). Analisis data penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian bahwa penggunaan pelat modifikasi tidak boleh dilakukan karena menyalahi ketentuan perundang-undangan lalu lintas dan angkutan jalan yang mengharuskan setiap pemilik kendaraan untuk menggunakan pelat resmi yang dikeluarkan oleh Samsat Kota Banda Aceh. Pihak Polantas dari Satlantas Poltabes Banda Aceh secara rutin melakukan pengawasan terhadap kepatuhan pemilik kendaraan bermotor dalam mentaati ketentuan yuridis sehingga pihak yang melakukan modifikasi pelat menyalahi UU No. 22 Tahun 2009 Pasal 68 dan PERKAP Nomor 5 Tahun 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor Pasal 39, ayat 5 harus ditilang dan didenda supaya menimbulkan efek jera serta pelatnya disita sebagai barang bukti pelanggaran. Adapun pandangan hukum Islam terhadap pelat modifikasi disebut Taşarruf fi isti’mal al-māl. Taşarruf sendiri merupakan hak atau kebebasan seseorang dalam menggunakan hartanya sesuai dengan ketentuan syara’. Sehingga modifikasi pelat yang dilakukan oleh masyarakat merupakan hak atas harta yang dimilikinya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Dr. Hj. Soraya Devy, M.Ag 2. Husni A. Jalil, S.Hi., MA
Uncontrolled Keywords: Kendaraan Bermotor, Undang-Undang Lalu Lintas, Angkutan Jalan, Taşarruf Fi Isti’mal Al-Māl
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 340 Law/Ilmu Hukum > 344 Hukum Pemburuhan, Pelayanan Sosial, Pendidikan, Kebudayaan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Redha Maulana
Date Deposited: 06 Dec 2018 07:32
Last Modified: 06 Dec 2018 07:32
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/5971

Actions (login required)

View Item View Item
TOP