Aborsi bagi Ibu Hamil yang Terindikasi HIV/AIDS dalam Hukum Islam dan Hukum Positif

M. Sibran Malisi, 131310138 (2018) Aborsi bagi Ibu Hamil yang Terindikasi HIV/AIDS dalam Hukum Islam dan Hukum Positif. ["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined] thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Membahas tentang Aborsi]
Preview
Text (Membahas tentang Aborsi)
M. Sibran Malisi.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (411kB) | Preview
[thumbnail of Membahas tentang Aborsi]
Preview
Text (Membahas tentang Aborsi)
Form B dan Form D.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Aborsi dalam istilah hukum merupakan pengeluaran hasil konsepsi dari rahim sebelum lahir secara ilmiah. Dalam terminologi kedokteran berarti terhentinya kehamilan sebelum 28 minggu. Pada umumnya aborsi dilarang jika pelaksanaannya terjadi sesudah janin terbentuk atau sudah mendapatkan nyawa yakni sejak adanya tanda-tanda pergerakan jani (quickening). Meski demikian, fenomena aborsi seakan tidak terelakan, dan sebab tejadinyapun semakin beragam. Di antara alasan yang munuk adalah virus HIV/AIDS, yang diindikaskan menular kepada calon bayi akibat ibu yang mengidap virus tersebut. Dalam persoalan ini, permasalahannya tentu semakin kompleks dan memunculkan pandangan yang beragam. Oleh sebabnya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hukum Islam dan hukum positif melihat aborsi yang dilakukan akibat HIV/AIDS, apa perbedaan dan persamaan keduanya, serta apa yang menjadi landasan hukum yang digunakan. Untuk memperoleh jawaban, penulis menggunakan bahan hukum primer berupa al-Qur’an dan Hadis’t, Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, serta fatwa MUI nomor 4 Tahun 2005 tentang aborsi, dan bahan hukum sekunder berupa buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan skripsi penulis. Metode penulisan skripsi yang penulis pakai adalah penelitian pustaka (Library Risearch). Hasil penelitian menunjukkan bahwa HIV/AIDS merupakan alasan yang kuat. Sifatnya sangat darurat, dan cukup dijadikan sebagai alasan dengan pertimbangan kemashlahatan dan kemudaratan yang muncul kemudian, sehingga mencegah mudharat sedini mungkin menjadi kaidah yang menguatkan. Maka hukum Islam memandang aborsi akibat HIV/AIDS boleh hukumnya. Adapun menurut hukum positif, aborsi akibat HIV/AIDS dapat digolongkan kepada penyakit yang menurut Undang-undang boleh dilakukannya aborsi. Bahkan, HIV/AIDS lebih parah dari sekedar TBC, penyakit jantung, dan penyakit lain yang berdasarkan keterangan medis, aborsi karena sebab ini dibolehkan. Dari sini dapat disimpulkkan bahwa hukum Islam dan hukum positif sama-sama membolehkan aborsi akibat HIV/AIDS. Terdapat perbedaan antara keduanya dari sisi usia janin. Dalam pandangan Islam

Item Type: Thesis (["eprint_fieldopt_thesis_type_skripsi" not defined])
Additional Information: Pembimbing : 1.Drs. H. Burhanuddin Abd.Gani, MA 2.Yenny Sri Wahyuni.,M.H
Uncontrolled Keywords: Aborsi, Ibu Hamil, Hukum Islam, Hukum Positif, HIV/AIDS
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.5 Hukum Pidana Islam (Jinayat) > 2X4.53 Pembunuhan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Perbandingan Mazhab
Depositing User: M. Sibran Malisi
Date Deposited: 28 Dec 2018 08:49
Last Modified: 28 Dec 2018 08:49
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/6131

Actions (login required)

View Item
View Item