Tuntutan Isteri dalam Perkara Cerai Gugat (Studi Kasus pada Masyarakat Pidie)

Muhammad Zakirul Fuad, 140101086 (2018) Tuntutan Isteri dalam Perkara Cerai Gugat (Studi Kasus pada Masyarakat Pidie). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Cerai Gugat)
Muhammad Zakirul Fuad.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Membahas tentang Cerai Gugat)
Form B dan Form D.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (305kB) | Preview

Abstract

Masalah-masalah yang kerap terjadi dalam proses pengajuan cerai gugat adalah ketidakpahaman penggugat terhadap tuntutan-tuntutan yang dapat diajukan dalam gugatannya, sehingga pada proses persidangan sering kali Hakim memberikan saran-saran terhadap penggugat agar memasukkan tuntutan-tuntutan yang menjadi haknya untuk diajukan dalam gugatan perceraian, agar dikemudian hari tidak terjadi perselisihan yang berkepanjangan. Hak harta bersama, hak mut’ah, hak madjiyah sering kali dilupakan oleh isteri sebagai pihak penggugat pada saat mengajukan gugatan cerai gugat, sehingga dia kehilangan hak-haknya yang dikemudian hari dapat membuka peluang terhadap terjadinya konflik- konflik baru. maka permasalahan dalam skripsi ini adalah Apa saja yang dituntut oleh penggugat dalam perkara cerai gugat di mahkamah syar’iyah sigli dan Bagaimana pengetahuan masyarakat Pidie terhadap hak-hak isteri pasca cerai gugat dengan metode penelitian lapangan (field research) yang dillakukan di Mahkamah Syari’yah Sigli, gampong Mee Hagu dan gampong Babah Jurong penulis dapat menyimpulkan bahwa secara umum pengetahuan Masyarakat Pidie masih sangat kurang dilihat dari tata cara mereka beracara di Mahkamah Syar’iyah Sigli yang mana tidak banyak pihak isteri yang menggugat haknya dalam perkara cerai gugat dan bahkan dalam melakukan perceraian masih banyak masyarakat Pidie yang melakukan perceraian di luar Mahkamah Syar’iyah. Sejalan dengan pernyataan para hakim dan panitera pada saat penulis melakukan wawancara dengan sepuluh masyarakat yang mana berasal dari dua gampong, terdapat 80% dari sepuluh orang tersebut tidak memiliki pengetahuan tentang hak-haknya dalam cerai gugat dan hak-hak tersebut tentunya tidak digugat dalam proses perceraian mereka masing-masing dulu. Wawancara dengan Hakim mahkamah Syar’iyah Sigli dan Panitera Mahkamah Syar’iyah Sigli banyaknya perkara cerai gugat yang diajukan di Mahkamah Syar’iyah Sigli lebih banyak pihak isteri sebagai penggugat yang tidak menuntut dan memasukkan haknya dalam gugatan. Sehingga banyak dari mereka yang harus kembali lagi nantinya karena masalah lain pasca perceraian seperti mempersoalkan sengketa harta bersama maupun nafkah mut’ah

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Dr. Analiansyah, M.Ag 2. Edi Yuhermansyah,LLM
Uncontrolled Keywords: Tuntutan Isteri, Cerai Gugat, Masyarakat Pidie
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.3 Hukum Perkawinan (Munakahat) > 2X4.33 Perceraian
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Keluarga
Depositing User: Muhammad Zakirul Fuad
Date Deposited: 27 Mar 2019 07:05
Last Modified: 27 Mar 2019 07:05
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/6158

Actions (login required)

View Item View Item
TOP