Pembagian Peran Gender dalam Keluarga Masyarakat Desa (Studi Kasus Desa Peulokan Kabupaten Aceh Selatan)

Erniha, 361303465 (2018) Pembagian Peran Gender dalam Keluarga Masyarakat Desa (Studi Kasus Desa Peulokan Kabupaten Aceh Selatan). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Pembagian Peran Gender dalam Keluarga Masyarakat Desa)
Erniha.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (981kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Membahas tentang Pembagian Peran Gender dalam Keluarga Masyarakat Desa)
Form B dan Form D.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (554kB) | Preview

Abstract

Dalam kehidupan berumah tangga, terdapat beberapa tugas yang diperankan oleh suami dan istri, dimana keduanya sama-sama berperan sebagai ibu dan ayah untuk anak-anaknya. Untuk menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, mereka harus saling bekerja sama. Namun, dalam keluarga masyarakat desa Peulokan, istri sangat berperan dalam mengurus rumah tangga dibandingkan dengan suami. suami menyerahkan semua tugas yang ada didalam rumah kepada istrinya termasuk dalam urusan mengurus anak. Sedangkan suami lebih fokus dalam mencari nafkah. Dalam permasalahan peran atau tugas tersebut banyak dikaitkan dengan istilah yang disebut dengan gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran laki-laki sebagai suami dan perempuan sebagai istri dalam membagi dan melakukan peran-peran mereka dalam rumah tangganya, pembagian peran dalam bekerja serta bagaimana mereka membagi peran dalam mengurus dan mendidik anak yang terdapat pada masyarakat desa Peulokan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam rumah tangga yang terdapat di desa Peulokan, istri lebih banyak mengambil peranperannya baik dalam mengurus rumah maupun mengurus anak. Dalam kehidupan masyarakat desa Peulokan, peran perempuan juga masih mengalami diskriminasi. Hal ini terlihat ketika desa mengadakan rapat, maka itu hanya dihadiri oleh para laki-laki sedangkan perempuan hanya hadir untuk mendengar dan tidak diminta pendapat pada perempuan membuat hidangan bahkan mereka sangat enggan mengeluarkan pendapat. Karena laki-laki dianggap lebih tinggi kedudukannya. Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh adat-adat dan perilaku pedesaan dan tradisi budaya yang diwariskan secara turun temurun dan tentu mempengaruhi pikiran dan perilaku warga desa Peulokan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Dr. Juwaini, M.Ag. 2. Musdawati, M.A.
Uncontrolled Keywords: Pembagian Peran, Gender, Keluarga, Masyarakat, Desa
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 302 Interaksi sosial
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Sosiologi Agama
Depositing User: Erniha -
Date Deposited: 11 Jan 2019 09:14
Last Modified: 11 Jan 2019 09:14
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/6218

Actions (login required)

View Item View Item
TOP