Budaya Gotong Royong Pasca Konflik dalam Masyarakat Kluet (Suatu Penelitian dalam Masyarakat Kluet Utara)

Murijal, 511303082 (2018) Budaya Gotong Royong Pasca Konflik dalam Masyarakat Kluet (Suatu Penelitian dalam Masyarakat Kluet Utara). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Budaya Masyarakat)
Murijal.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (7MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Membahas tentang Budaya Masyarakat)
Form B dan Form D.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (714kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berjudul “Budaya Gotong Royong Pasca Konflik dalam Masyarakat Kluet Utara, Aceh Selatan”. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisa secara kritis tentang eksistensi budaya gotong royong pasca konflik, fakta-fakta penyebab hilangnya tradisi gotong royong dan kendala yang dihadapi dalam melestarikan budaya gotong royong dalam masyarakat Kluet Utara, Aceh Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui sumber data primer dan data sekunder. Data primer melalui penelitian lapangan yaitu dengan wawancara dan observasi. Sedangkan data sekunder melalui penelitian kepustakaan yaitu dengan menelaah dokumen, buku, jurnal ilmiah dan bacaan-bacaan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi budaya gotong royong pasca konflik dalam masyarakat Kluet Utara telah terjadi perubahan. Konflik yang berkepanjangan yang memakan waktu lebih kurang 29 tahun telah menjadikan masyarakat kehilangan jati dirinya sebagai makhluk sosial yang saling menghargai, menghormati, dan saling bantu membantu, serta memudarnya salah satu tradisi masyarakat yaitu budaya gotong royong. Di samping konflik, bencana Tsunami juga berperan serta dalam menghilangkan tradisi tersebut. Faktor yang menyebabkan hilangnya tradisi gotong royong dalam masyarakat Kluet Utara secara garis besar terbagi dua faktor, pertama, internal antara lain menipisnya rasa kesadaran dan keinsyafan diri (individu) akan posisi dirinya sebagai bagian dari makhluk sosial. Kedua, eksternal antara lain, a) adanya berbagai bantuan dari pemerintah untuk membangun sarana dan prasarana masyarakat umum. Hal ini membuat anggapan masyarakat bahwa gotong royong tidak diperlukan lagi lantaran semua pembangunan fisik sarana dan prasarana umum sudah dibiayai baik dalam proses pengerjaannya maupun dalam pengadaan materil yang diperlukan. b) adanya pengaruh globalisasi. Globalisasi mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat termasuk dintaranya aspek budaya. Adapun kendala dihadapi masyarakat dalam memperkuat melestarikan budaya gotong royong dalam masyarakat adalah lalainya manusia dengan kecanggihan teknologi, minimnya pemimpin yang berkarakter, globalisasi yang sulit dibendung, dan kurang berfungsinya lembaga adat dalam hal ini adalah pemerintah mukim dalam masyarakat Kluet Utara, Aceh Selatan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : 1. Dr. Abdul Manan, M.Sc,.MA; 2. Dr. Bustami, S.Ag., M.Hum
Uncontrolled Keywords: Budaya, Gotong-Royong, Kluet Utara Aceh Selatan
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 302 Interaksi sosial
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > S1 Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Murijal Salim
Date Deposited: 24 Jan 2019 02:11
Last Modified: 24 Jan 2019 02:11
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/6275

Actions (login required)

View Item View Item
TOP