Pandangan Hukum Islam terhadap Bimbingan Pranikah (Studi di KUA Kecamatan Syiah Kuala)

Nurma, 111309734 (2018) Pandangan Hukum Islam terhadap Bimbingan Pranikah (Studi di KUA Kecamatan Syiah Kuala). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Pandangan Hukum Islam terhadap Bimbingan Pranikah)
Nurma.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Membahas tentang Pandangan Hukum Islam terhadap Bimbingan Pranikah)
Form B dan Form D.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (789kB) | Preview

Abstract

Bimbingan perkawinan merupakan suatu proses sosialisasi yang diberikan kepada setiap calon pengantin guna menambah pengetahuan baik yang menyakut dengan masalah moral maupun masalah lain yang berhubungan dengan perkawinan dan pembinaan keluarga. Penelitian ini menjadi bagian study yang diteliti di KUA KecamatanSyiah Kuala. Penelitian ini bertujuan: Pertama,Untuk mengetahui langkah-langkah bimbingan pranikah yang diberikan kepada calon pengantin oleh pemateri KUA Kecamatan Syiah Kuala. Kedua,Untuk mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap praktek bimbingan pranikah bagi calon pengantin yang dilakukan oleh KUA Kecamatan Syiah Kuala. Untuk memproleh data dalam penelitian ini, maka dilakukan penelitian lapangan dan kajian kepustakaan, dengan cara mempelajari modul /buku kursus calon pengantin, buku-buku yang barkaitan dengan materi skripsi ini dan mengikuti bimbingan, saat bimbingan calon pengantin. Dari hasil penelitia dapat di ketahui pertama bahwa bimbingan perkawinan di KUA kecamatan syiah kuala tidak mengunakan modul nasional yang di keluarkan oleh kementerian agama RI tahun 2002. Hal ini di sebabkan materi bimbingan perkawinan di KUA kecamatan syiah kuala dibuat sendiri oleh pemareri bimbingan. Eefektifitas materi modul bimbingan perkawinan terhadap pemahaman perkawinan bagi calon pengantin di kecamatan syiah kula kurang efektif karena materi yang disampaikan hanya 2 (dua) jam saja sehingga tidak dapat menambah pengetahuan pengantin secara maksimal. Idealnya materi tersebut harus di bahas selama 21-24 jam pertemuan. Atas kekurangankekurangan dalam pelaksanaan bimbingan perkawinan di KUA kecamatan syiah kuala penulis menyarankan perlunya menetapkan suatu ketentuan dan standar yang harus dicapai selama bimbingan perkawinan diberikan Kedua bahwa menurut hukum Islam bimbingan pranikah untuk catin sama sekali tidak bertentangan dengan hukum Islam yang di paparkan oleh pemateri-pemateri KUA Syiah kuala, Bimbingan pranikah bagi catin merupakan suatu hal yang sangat bagus untuk dilaksanakan dan wajib diikuti oleh para catin yang akan menikah, di KUA Syiah kuala mewajibkan bimbingan nikah bagi catin dan salah satu syarat dalam akad nikah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Dr. EMK. Alidar, S. Ag., M. Hum. 2. Yenny Sri Wahyuni, SH, MH
Uncontrolled Keywords: Pandangan, Hukum Islam, Bimbingan Pranikah
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.3 Hukum Perkawinan (Munakahat) > 2X4.3028 Bimbingan Perkawinan, Termasuk BP4
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Keluarga
Depositing User: Nurma
Date Deposited: 18 Feb 2019 10:36
Last Modified: 22 Feb 2019 09:11
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/6554

Actions (login required)

View Item View Item
TOP