Jual Beli Sepeda Motor Tanpa Dokumen di Kalangan Masyarakat Kecamatan Tadu Raya Kabupaten Nagan Raya, dalam Perspektif Ma’qud ‘Alaih dalam Jual Beli (Analisis terhadap Indikasi Gharar dalam Pemenuhan Rukun Akad)

Agus Tiawan, 150102183 (2018) Jual Beli Sepeda Motor Tanpa Dokumen di Kalangan Masyarakat Kecamatan Tadu Raya Kabupaten Nagan Raya, dalam Perspektif Ma’qud ‘Alaih dalam Jual Beli (Analisis terhadap Indikasi Gharar dalam Pemenuhan Rukun Akad). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Jual Beli Sepeda Motor Tanpa Dokumen)
Agus Tiawan.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Membahas tentang Jual Beli Sepeda Motor Tanpa Dokumen)
Form B dan Form D.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (779kB) | Preview

Abstract

Jual beli merupakan suatu bentuk muamalah yang diatur dalam Islam, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi agar jual beli tersebut dianggap sah menurut ketentuan. Salah satu ketentuan yang harus dipenuhi yaitu objeknya harus jelas dan tidak mengandung unsur gharar dan penipuan (tadlis) yang dapat merugikan konsumen. Objek jual beli harus jelas, karena objek merupakan salah satu rukun akad. Jika salah satu rukun akad tidak terpenuhi, maka transaksi tersebut cacat. Permasalahan penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan sebagian masyarakat Nagan Raya membeli sepeda motor tanpa kelengkapan dokumen, bagaimana keabsahannya dan bagaimana tinjauan hukum Islamnya. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analisis serta teknik pengumpulan data menggunakan field research. Hasil penelitian ditemukan bahwa transaksi jual beli sepeda motor tersebut dilakukan karena tuntutan kebutuhan sepeda motor sebagai penunjang kerja mengangkut hasil perkebunan kelapa sawit. Sepeda motor ini dipilih karena jauh lebih murah dari harga sepeda motor pada umumnya. Selain itu karena kurangnya pemahaman hukum dan tidak adanya tindakan pencegahan dari pihak Satlantas Nagan Raya. Secara umum jual beli sepeda motor tanpa kelengkapan dokumen dibolehkan, namun ada unsur gharar di dalamnya yang membuat salah satu pihak sewaktu-waktu dapat mengalami kerugian. Unsurnya tersebut yaitu tidak ada kejelasan mengenai kondisi mesin dan asal muasal sepeda motor. Setelah terjadi transaksi segala resiko akan ditanggung oleh pembeli, karena tidak ada tanggung jawab dari agen setelah itu. Jelas dalam Islam ditegaskan, segala transaksi yang terdapat unsur gharar haram dilakukan. Gharar yang terdapat dalam jual beli sepeda motor ini adalah gharar majhul, yaitu ketidakpastian mengenai status, kualitas dan kuantitas barang yang diperjualbelikan. Selain itu transaksi jual beli tersebut tidak sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Saran penulis adalah konsumen harus lebih teliti dalam membeli sepeda motor tanpa kelengkapan dokumen agar terhindar dari resiko praktik gharar. Jika harus membeli sepeda motor yang murah sebaiknya belilah dari orang yang sudah terpercaya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Dr. Muhammad Maulana, M.Ag 2. Rispalman, S.H, M.H
Uncontrolled Keywords: Jual beli, Ma’qud ‘Alaih,Gharar.
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat > 2X4.21 Jual Beli (Murabahah)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Agus Tiawan
Date Deposited: 12 Apr 2019 02:59
Last Modified: 12 Apr 2019 02:59
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/6589

Actions (login required)

View Item View Item
TOP