Konsep Pemikiran Irrasional Albert Ellis dalam Teori Rational Emotive Behavior Therapy menurut Perspektif Islam

Rizki Mah Bengi, 421307158 (2018) Konsep Pemikiran Irrasional Albert Ellis dalam Teori Rational Emotive Behavior Therapy menurut Perspektif Islam. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Pemikiran Irrasional menurut Perspektif Islam)
Rizki Mah Bengi.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Membahas tentang Pemikiran Irrasional menurut Perspektif Islam)
Form B dan Form D.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (293kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berjudul "Konsep Pemikiran Irrasional Albert Ellis Dalam Teori Rational Emotive Behavior Therapy Menurut Perspektif Islam", Fokus masalah dalam penelitian ini dirumuskan dalam bentuk beberapa pokok pertanyaan yaitu: (1) bagaimana konsep utama teori REBT? (2) bagaimana konsep activity, belief, consequences, dan dispute dalam teori REBT menurut perspektif Islam? Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian pustaka (library research) dengan menggunakan metode content analysis dan metode tafsir maudhu’i yaitu menghimpun/memilih ayat-ayat al-Qur’an tentang pemikiran irrasional. Adapun temuan-temuan dalam penelitian ini yang terkait dengan konsep pemikiran irrasional Albert Ellis dalam teori REBT menurut perspektif Islam yaitu: pertama, konsep utama teori REBT yaitu (1) Pola pikir seseorang sangat dipengaruhi oleh emosi seseorang, begitu pula sebaliknya, (2) Setiap manusia memiliki potensi pemikiran yang rasional dan irrasional. Kedua, konsep activity menurut perspektif Islam ialah setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia tidak dapat di tolak, dan peristiwa yang terjadi ada yang menyenangkan dan ada yang tidak. Ketiga, konsep belief menurut perspektif Islam ialah manusia mempunyai keyakinan-keyakinan yang rasional dan keyakinan yang irrasional. Dalam Islam, keyakinan disebut juga dengan prasangka, yaitu berprasangka baik disebut dengan husnuzhan, dan berprasangka buruk disebut dengan su’uzhan. Keempat, konsep consequences menurut perspektif Islam ialah dampak yang diterima ketika salah dalam berprasangka atau menduga terhadap sesuatu, maka kita akan menerima dampak dari apa yang kita yakini. Kelima, konsep dispute menurut perspektif Islam ialah perasaan dalam diri manusia yang saling bertentangan yang menutup-nutupi kebenaran. Kesimpulannya adalah konsep pemikiran irrasional Albert Ellis dalam teori REBT pada dasarnya sudah ada dibahas di dalam Al-Qur’an dan hadis. Islam memerintahkan kita untuk tidak berpikiran Irrasional (bersu’uzhan) terhadap segala sesuatu yang menimpa kita, melainkan berhusnuzhan. Saran kepada konselor muslim agar mampu menguasai beragam terapi REBT dalam layanan konseling Islam berdasarkan al-Quran dan hadis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : 1.Dr. M. Jamil Yusuf, M.Pd 2.Jarnawi, M.Pd
Uncontrolled Keywords: Pemikiran Irrasional, REBT, Perspektif Islam
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X7 Filsafat dan Perkembangan > 2X7.4 Pemurnian dan Pembaharuan Pemikiran
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > S1 Bimbingan dan Konseling Islam
Depositing User: Ms Rizki Mah Bengi
Date Deposited: 12 Apr 2019 03:00
Last Modified: 12 Apr 2019 03:00
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/6605

Actions (login required)

View Item View Item
TOP