Penanggulangan Pembunuhan Satwa Langka yang Dilindungi oleh BKSDA Aceh di Sarah Deu Kecamatan Sampoinit Aceh Jaya dalam Pandangan Hukum Islam

Junaidi, 141310182 (2018) Penanggulangan Pembunuhan Satwa Langka yang Dilindungi oleh BKSDA Aceh di Sarah Deu Kecamatan Sampoinit Aceh Jaya dalam Pandangan Hukum Islam. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Penaggulangan Pembunuhan Satwa Langka)
Junaidi.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (5MB) | Preview

Abstract

Kehidupan manusia tidak bisa terlepas dari kehadiran sumber daya hayati, kerusakan sumber daya hayati yang akhirnya memusnahkan spesies-spesies yang telah ada. BKSDA selaku lembaga pelindung satwa langka berupaya untuk melindungi satwa dari kepunahan yang dilakukan secara objektif dan berkesinambungan. BKSDA berupaya menangani penanggulangan pembunuhan satwa yang dilindungi diharapkan mampu secara maksimal untuk melidungi satwa langka. Sehingga rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah upaya dalam penanggulangan pembunuhan satwa langka yang dilindungi, faktor apakah yang mempengaruhi penanggulangan pembunuhan satwa langka dan bagaimana ketentuan Hukum Islam terhadap pembunuhan satwa yang dilindungi. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif analisis, tehnik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa upaya yang telah dilakukan oleh BKSDA untuk menanggulangi pembunuhan satwa langka yaitu melakukan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat di Kecamatan Sampoinit, pemantauan lapangan, pemasangan jps sholar, pembangunan parit, dan upaya-upaya lain seperti menutup kesempatan seseorang atau kelompok untuk melakukan tindak pembunuhan satwa langka yang dilindungi. Kemudian faktor yang mempengaruhi penanggulangan tersebut yaitu regulasi, keterbatasan sumber daya, kurangnya kerja sama dengan pihak terkait. Sedangkan ketentuan hukum Islam terhadap penanggulangan satwa langka ialah menggunakan metode ta’zir, yaitu hukuman peringatan yang diputuskan oleh kebijakan penguasa bagi pelaku tindak pembunuhan satwa langka yang tidak ada hukumannya secara tegas di dalam Al-Qur’an dan sunnah. Sementara dalam hukum positif hukuman yang ditetapkan bagi pelaku pembunuhan satwa langka, yaitu denda paling banyak 100.000.000 atau penjara paling lama 5 tahun. Kemudian selanjutnya peneliti mengharapkan kepada BKSDA agar mempertegas dalam penanggulangan pembunuhan satwa langka yang dilindungi dan dapat mengusut tuntas pelaku tindak pembunuhan satwa langka, dan diharapkan kepada masyarakat akan kesadaran mengenai pentingnya menjaga satwa langka.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Dr. Mursyid Djawas, S. Ag, M. MH 2. Muhammad Syuib, MH, MLegSt
Uncontrolled Keywords: pembunuhan, satwa langka, BKSDA
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 340 Law/Ilmu Hukum > 345 Hukum Pidana
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Pidana Islam
Depositing User: Junaidi Mukhtar
Date Deposited: 25 Feb 2019 10:22
Last Modified: 25 Feb 2019 10:22
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/6641

Actions (login required)

View Item View Item
TOP