Penafsiran Pemimpin Non-Muslim Menurut M. Quraish Shihab dan Sayyid Quthb

Marsadad, 341203269 (2018) Penafsiran Pemimpin Non-Muslim Menurut M. Quraish Shihab dan Sayyid Quthb. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Penafsiran Pemimpin Non-Muslim)
Penafsiran Pemimpin Non-Muslim.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Form B dan Form D)
Form B dan form D.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (449kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini membahas penafsiran pemimpin non-Muslim menurut Quraish Shihab dan Sayyid Quthb. Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana kepemimpinan non-Muslim menurut Quraish Shihab dan Sayyid Quthb?. Pokok masalah tersebut selanjutnya di bagi ke dalam beberapa submasalah atau pertanyaan penelitian, yaitu: 1. Apa saja ayat yang digunakan Quraish Shihab dan Sayyid Quthb tentang memilih pemimpin non-Muslim? 2. Bagaimana pendapat Quraish Shihab dan Sayyid Quthb tentang memilih pemimpinan non-Muslim? Jenis penelitian ini tergolong penelitian pustaka yang bersifat deskriptif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah: pendekatan syar’i. Adapun sumber data penelitian ini adalah al-Qur’ān dan Hadis juga buku-buku yang berhubungan dengan hukum Islam dan kepemimpinan. Selanjutnya teknik pengolahan data dengan menggunakan instrument kajian kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam al-Qur’ān ada beberapa ayat yang melarang memilih pemimpin non-Muslim akan tetapi banyak pemikiran dari penafsir yang membolehkan salah satunya Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbāh dikatakan hal itu sah-sah saja atau dibolehkan selama tidak menimbulkan kerugian, karena penafsiran tersebut lebih relevan dengan konteks Indonesia saat ini, karena masyarakat Indonesia yang majemuk dan plural yang berpijak pada ideologi pancasila dan UUD 1945 yang mengharuskan bekerja sama dengan cara menjalin persatuan dan kesatuan untuk mencapai kemaslahatan dan kemajuan bersama di dalam bernegara. Berbeda dengan Sayyid Quthb yang melarang keras bahkan mengharamkan non-Muslim menjadi pemimpin bagi umat Muslim.Harapan dari penelitian ini antara lain: 1. Dengan penelitian ini dapat menambah khasanah keilmuan dan memberi semangat baru dalam dunia penelitian. 2. al-Qur’ān dan Hadis sebagai pedoman umat Islam telah memberikan banyak pelajaran dalam kehidupan sehari-hari supaya dalam bernegara dapat berjalan dengan mulus dan baik. 3. Penilitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi pembaca, untuk berfikir bagaimana hidup berbangsa dan bernegara dengan selain Islam dalam rangka menciptakan masyarakat yang damai, sejahtera dan berkeadilan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Dr. Fauzi Saleh, Lc,M.A 2. Muhammad Zaini, M.Ag
Uncontrolled Keywords: Tafsir, M. Quraish Shihab, Sayyid Quthb
Subjects: 200 Religion (Agama)
200 Religion (Agama) > 297 Islam
200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan
200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.3 Tafsir Al-Qur'an > 2X1.31 Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Marsadad Winrawandi
Date Deposited: 27 Mar 2019 03:04
Last Modified: 27 Mar 2019 03:04
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/6667

Actions (login required)

View Item View Item
TOP