Perlindungan Hukum terhadap Anak Pelaku Jarimah (Studi Perbandingan Qanun Acara Jinayah No.7 Tahun 2013 dan UU No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak)

Rosmaini, 131310097 (2018) Perlindungan Hukum terhadap Anak Pelaku Jarimah (Studi Perbandingan Qanun Acara Jinayah No.7 Tahun 2013 dan UU No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Perlindungan Hukum terhadap Anak)
Rosmaini.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Membahas tentang Perlindungan Hukum terhadap Anak)
Form B dan Form D.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (641kB) | Preview

Abstract

Masalah kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak merupakan persoalan yang mengkhawatirkan di Indonesia, banyak faktor yang menyebabkan seorang anak cenderung melakukan kejahatan yang dapat diklasifikasikan sebagai perbuatan kejahatan yang dianggap sebagai kenakalan anak. Maka tidak adil rasanya bila anak yang melakukan kenakalan dan meresahkan masyarakat tidak dikenai hukuman, tetapi tidak pantas juga bila anak tersebut mendapatkan hukuman yang sama dengan hukuman yang diterima oleh orang dewasa. Pertanyaan penelitian dalam skripsi ini yaitu pertama, bagaimana bentuk perlindungan Hukum terhadap anak pelaku jarimah dalam Qanun Acara Jinayah No. 7 Tahun 2013 dan Undang-Undang No.11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak. Kedua, bagaimana bentuk perbedaan dan persamaan antara Qanun Acara Jinayah No.7 Tahun 2013 dan UU No. 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-komparatif, pengumpulan data dilakukan dengan kajian perpustakaan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif terhadap data-data yuridis-normatif. Dalam prosesnya penulis menggunakan analisis komparatif dengan membandingkan Qanun Acara Jinayah No. 7 tahun 2013 dan UU No. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, pertama bentuk-bentuk perlindungan terhadap anak-anak pelaku jarimah menurut Qanun acara jinayah harus memperhatikan beberapa hal yaitu : (1) Anak tidak terputus hubungannya dengan orang tua. (2) Anak tidak terputus hak pendidikan, kebudayaan dan pemanfaatan waktu luang. (3) Anak memperoleh kebutuhan hidup yang memadai. (4) Anak memperoleh layanan kesehatan. (5) Anak terbebas dari kekerasan dan ancaman kekerasan. (6) Tidak menimbulkan trauma psikis. (7) Tidak boleh ada stigmasi dan labelisasi. Sedangkan menurut UU No.11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak mewajibkan negara untuk penyediaan petugas pendamping khusus sejak dini, penyediaan sarana dan prasaran khusus, penjatuhan sanksi yang tepat untuk kepentingan yang terbaik bagi anak. Kedua, bentuk perbedaan dan persamaan antara Qanun Acara Jinayah No.7 Tahun 2013 dengan UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Perbedaannya yaitu Qanun Acara Jinayah No.7 Tahun 2013 lebih berpedoman pada Al-qur’an, Hadis, dan ijtihat para ulama. Sedangkan UU No. 11 Tahun 2012 berpedoman pada Hukum Positif. Sedangkan persamaan antara Qanun Acara Jinayah No.7 Tahun 2013 dengan UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana anak yaitu sama-sama mengatur perlindungan mengenai jaminan keselamatan anak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Drs. Muslim Zainuddin, M. Si 2. Misran, S. Ag., M. Ag
Uncontrolled Keywords: Perlindungan Hukum, Anak Pelaku Jarimah,Studi Perbandingan
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.5 Hukum Pidana Islam (Jinayat) > 2X4.58 Perbandingan Hukum Pidana Islam dengan Hukum Lain
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Perbandingan Mazhab
Depositing User: Rosmaini Ros
Date Deposited: 10 Apr 2019 02:34
Last Modified: 10 Apr 2019 02:34
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/6933

Actions (login required)

View Item View Item
TOP